Keberagaman itu sendiri ia anggap sebagai kekuatan utama ibu kota. “Seperti pelangi,” katanya memberikan kiasan, “yang justru indah karena terdiri dari banyak warna.”
Rano melanjutkan,
“Setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan bermimpi. Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan bisa dimulai dari hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari.”
Di sisi lain, Rano tak lupa mengapresiasi para sineas dan rumah produksi di balik film tersebut. Ia menilai karya edukatif semacam ini sangat dibutuhkan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, tegasnya, berkomitmen mendukung industri perfilman nasional. Mimpi besarnya, Jakarta bisa menjadi kota sinema bertaraf global.
Ia punya ide. Fasilitas publik seperti Planetarium Jakarta, misalnya, bisa dimanfaatkan sebagai ruang pemutaran film edukatif. Dengan begitu, jangkauannya akan lebih luas dan bisa dinikmati lebih banyak warga.
Harapannya sederhana tapi mendalam: kegiatan semacam ini bisa terus berlanjut. Bukan cuma untuk menyuguhkan hiburan, melainkan juga menumbuhkan semangat belajar, kepercayaan diri, dan keberanian anak-anak Jakarta. Semua itu, untuk masa depan yang lebih cerah.
Artikel Terkait
TransJakarta Kirim 20 Pramudi Terbaik untuk Pelatihan di Jepang
Prabowo Antar Langsung Anwar Ibrahim ke Halim, Tunjukkan Keakraban di Luar Protokoler
Timnas Indonesia Tuntaskan Laga dengan Kemenangan 4-0, Herdman Soroti Disiplin Awal
Prabowo Antar Langsung PM Anwar hingga ke Halim, Akhiri Kunjungan dengan Kehangatan