TransJakarta Kirim 20 Pramudi Terbaik untuk Pelatihan di Jepang

- Sabtu, 28 Maret 2026 | 01:45 WIB
TransJakarta Kirim 20 Pramudi Terbaik untuk Pelatihan di Jepang

Di tengah hiruk-pikuk lalu lintas Jakarta, upaya untuk memperbaiki layanan transportasi publik terus bergulir. Kali ini, PT TransJakarta memilih fokus pada sumber daya manusianya. Mereka meluncurkan TransJakarta Academy, sebuah program yang bertujuan meremajakan dan meningkatkan kualifikasi para pengemudi, terutama yang bertugas di layanan Mikrotrans.

Welfizon Yuza, sang Direktur Utama, tampak bersemangat ketika menjelaskan hal ini dari Halte Tosari, Jumat lalu (27/3/2026).

“Untuk Trans Academy, tentunya ini menjadi salah satu pilar untuk fondasi ke depannya,” ujarnya.

Ia melanjutkan, prosesnya sudah berjalan. Bahkan, ada 125 orang calon pengemudi baru yang sedang disiapkan untuk segera ditempatkan. Langkah ini bukan sekadar menambah jumlah sopir, tapi lebih pada menyiapkan fondasi yang kokoh untuk layanan yang lebih baik ke depannya.

Namun begitu, ambisi TransJakarta tak berhenti di situ. Mereka punya program yang lebih menggoda: mengirim para pramudi terbaiknya ke Jepang.

“Kita akan tempatkan untuk exchange ke Jepang sehingga nanti mereka punya standar baru yang dibawa ke Indonesia,” jelas Welfizon.

Rencananya, 20 pramudi pilihan akan diberangkatkan dalam program pertukaran internasional itu. Tujuannya jelas: menimba ilmu langsung dari negara yang terkenal dengan disiplin dan pelayanan transportasi publiknya yang prima. Welfizon berharap, pengalaman ini bisa membuka wawasan baru dan menanamkan standar pelayanan yang lebih tinggi.

Di sisi lain, program ini juga dimaksudkan untuk membangun citra dan masa depan profesi sebagai pramudi TransJakarta. “Membangun mimpi bahwa profesi pramudi di TransJakarta itu punya masa depan dan juga punya kesempatan yang lebih luas,” tambahnya. Ia menekankan, ini soal profesionalisme dan perspektif.

Seluruh rangkaian program ini ternyata buah kolaborasi. Pemprov DKI Jakarta, TransJakarta sendiri, dan Baznas bahu-membahu mewujudkannya. Bahkan, hal-hal teknis seperti pembuatan SIM dan sertifikasi para calon pengemudi ini ditanggung melalui dana CSR perusahaan.

“Ini salah satu bentuk intervensi kita,” tutur Welfizon menutup pembicaraan. Intervensi yang diharapkannya bisa langsung terasa: peningkatan kualitas sopir yang ujung-ujungnya bermuara pada pelayanan yang lebih memuaskan bagi warga Jakarta.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar