Data WIPO 2024: China hingga Korea Selatan Kuasai 4 Besar Paten Global, Indonesia Peringkat 29

- Jumat, 27 Maret 2026 | 13:00 WIB
Data WIPO 2024: China hingga Korea Selatan Kuasai 4 Besar Paten Global, Indonesia Peringkat 29

Peta Inovasi Global yang Timpang

Nah, kembali ke data terbaru WIPO. Laporan mereka yang mencakup 112 negara ini benar-benar menunjukkan konsentrasi kepemilikan paten yang ekstrem. Mayoritas inovasi dunia ternyata hanya berasal dari beberapa negara saja. Sisanya? Kontribusinya jauh lebih kecil. Ini jelas mencerminkan kesenjangan dalam hal kapasitas riset, skala industri, dan tentu saja, besarnya investasi yang digelontorkan untuk berinovasi.

China muncul sebagai pemimpin yang tak terbantahkan. Positifnya, inovasi di sana melesat sangat cepat. Jumlah paten per kapita yang diajukan antara 2001 dan 2023 bahkan meningkat lebih dari 28 kali lipat. Sebagai catatan, paten modern pertama dalam sejarah dikeluarkan jauh lebih awal, yaitu tahun 1421 untuk arsitek Italia Filippo Brunelleschi, atas alat angkat batu marmer untuk pembangunan Katedral Florence.

Dominasi Asia di puncak sangat terasa. China, Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan menduduki empat posisi teratas. Bahkan, gabungan paten dari tiga negara teratas itu jumlahnya lebih banyak ketimbang total paten dari semua negara lainnya di dunia! Di Eropa, Jerman memang yang terdepan, tapi angkanya masih kalah telak dibandingkan para raksasa Asia tadi.

Berikut ini daftar 20 negara dengan paten aktif terbanyak menurut WIPO tahun 2024:

  1. China: 5.688.867
  2. Amerika Serikat: 3.519.879
  3. Jepang: 2.085.215
  4. Korea Selatan: 1.312.294
  5. Jerman: 963.941
  6. Prancis: 757.026
  7. Inggris: 744.130
  8. Italia: 382.444
  9. Swiss: 268.054
  10. Belanda: 246.254
  11. Rusia: 243.943
  12. India: 228.402
  13. Spanyol: 217.849
  14. Kanada: 201.063
  15. Irlandia: 198.100
  16. Belgia: 187,149
  17. Luksemburg: 163,418
  18. Australia: 163,069
  19. Swedia: 152,158
  20. Austria: 134,163

Lalu, di mana posisi Indonesia? Sayangnya, kita belum masuk dalam jajaran 20 besar. Tapi bukan berarti tidak ada perkembangan. Indonesia berhasil menempati peringkat ke-29 secara global dengan total 84.540 paten aktif. Sebuah capaian yang, meski masih jauh dari puncak, menunjukkan ada geliat inovasi yang patut diapresiasi di tanah air.

Jadi, begitulah peta kekuatan inovasi dunia saat ini. Sangat timpang, tapi juga menunjukkan betapa vitalnya investasi dalam riset dan teknologi bagi masa depan suatu bangsa.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar