KAI Logistik Catat Lonjakan 57% Pengiriman Hewan Peliharaan Saat Mudik Lebaran

- Jumat, 27 Maret 2026 | 16:35 WIB
KAI Logistik Catat Lonjakan 57% Pengiriman Hewan Peliharaan Saat Mudik Lebaran

Jakarta - Momen mudik Lebaran, rasanya kurang lengkap kalau harus meninggalkan si kesayangan di rumah sendirian. Makanya, nggak heran kalau sekarang makin banyak orang yang memutuskan untuk membawa serta hewan peliharaannya, atau yang akrab disebut 'anabul', dalam perjalanan pulang kampung. Tren ini benar-benar kentara, dan datanya pun membuktikan.

Menurut catatan KAI Logistik, terjadi lonjakan signifikan pengiriman hewan peliharaan sepanjang Ramadan hingga Idulfitri 2026. Angkanya mencapai 13.435 ekor. Bayangkan saja, itu artinya ada ribuan kucing, anjing, dan hewan lain yang ikut serta dalam arus mudik, mencari layanan transportasi yang aman dan nyaman untuk mereka.

Adjeng Puri Adhatu, Manager of Public Relations KAI Logistik, membeberkan rinciannya.

"Puncaknya terjadi di minggu kedua Ramadan, dengan 3.689 ekor hewan yang dikirim. Rata-rata per harinya sekitar 527 ekor, naik 8 persen dari hari biasa," jelasnya.

Yang menarik, tren ini nggak lantas turun. Justru di pekan terakhir Ramadan, angka pengirimannya malah mencapai 3.703 ekor. Kalau dibandingin dengan tahun sebelumnya, kenaikannya cukup drastis, yaitu 57 persen. Jadi jelas, ini bukan fenomena sesaat.

Lalu, ke mana saja biasanya anabul-anabul ini dikirim? Beberapa kota besar jadi tujuan favorit. Yogyakarta, Jakarta, dan Bandung termasuk yang paling banyak diminati. Solo, Surabaya, dan Purwokerto juga tak ketinggalan.

Di sisi lain, titik pengiriman terbanyak justru datang dari sejumlah daerah seperti Tulungagung, Blitar, Kediri, hingga Pati dan Malang. Solo dan Yogyakarta pun muncul lagi di daftar ini. Perlu dicatat, beberapa wilayah tersebut juga dikenal sebagai sentra ikan hias, yang kontribusinya cukup besar dalam angka pengiriman keseluruhan.

Lonjakan angka ini sebenarnya mencerminkan satu hal: perubahan pola pikir yang cukup mendasar. Hewan peliharaan sekarang sudah naik kelas. Mereka bukan lagi sekadar binatang piaraan, tapi sudah dianggap sebagai anggota keluarga yang sah. Bagian dari rumah tangga.

Karena statusnya yang sudah seperti keluarga, tuntutan terhadap layanan pengirimannya pun ikut berubah. Standar kesejahteraan hewan atau animal welfare jadi keharusan. Mulai dari memastikan kondisi kesehatan si hewan sebelum berangkat, kandang yang aman dan nggak bikin stres, sampai ketersediaan makanan dan minum selama di perjalanan, semua harus diperhatikan betul.

Kedepannya, semua indikasi menunjukkan tren ini akan terus naik. Kesadaran pemilik hewan terhadap kenyamanan dan keamanan peliharaannya selama mudik semakin tinggi. Jadi, jangan kaget kalau tahun depan, mungkin kita akan melihat lebih banyak lagi 'keluarga' yang lengkap, termasuk si berkaki empat, memadati stasiun atau terminal.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar