Lalu, bagaimana skemanya? Rencananya, pembangunan akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama meliputi 68 unit rumah yang ditargetkan tuntas pada 5 Mei 2026 mendatang. Begitu selesai, rumah-rumah itu akan langsung diserahkan ke warga.
Sementara itu, tahap kedua menyusul dengan 35 unit lagi. Target penyelesaiannya lebih panjang sedikit, yaitu pada 30 Juni 2026.
Di sisi lain, Tito Karnavian punya pesan khusus untuk pemda setempat. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara untuk lebih serius mengawal proyek ini. Menurutnya, koordinasi yang apik antara pemda dan kontraktor di lapangan adalah kunci utama. Tanpa itu, hambatan bisa muncul di mana-mana dan target waktu bisa molor.
Dengan langkah percepatan ini, harapannya seluruh hunian tetap bisa segera rampung. Impian besarnya sederhana: agar kehidupan masyarakat korban longsor bisa kembali normal. Mereka butuh fondasi yang kokoh, bukan sekadar atap di atas kepala, tapi juga rasa aman untuk memulai lagi.
Pada akhirnya, upaya pembangunan huntap ini bukan cuma soal batu dan semen. Ini adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk pemulihan pascabencana yang menyeluruh. Sekaligus, tentu saja, untuk meningkatkan kualitas hidup saudara-saudara kita yang terkena musibah.
Artikel Terkait
Ekonom: Prabowo Hidupkan Kembali Soemitronomics untuk Wujudkan Ekonomi Pancasila
Maguire: Fondasi Amorim Jadi Kunci Kebangkitan Manchester United
IOC Tetapkan Skrining Gen SRY sebagai Syarat Kelayakan Atlet Perempuan di Olimpiade
Menteri Fadli Zon Canangkan Revitalisasi Menyeluruh Keraton Surakarta