SMAN 72 Jakarta Utara Terus Lakukan Pembelajaran Daring, Fokus pada Pemulihan Siswa
SMAN 72 Jakarta Utara memastikan kegiatan belajar mengajar masih dilaksanakan secara daring. Keputusan ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian sekolah pasca insiden ledakan yang terjadi.
Kepala Sekolah SMAN 72 Jakarta, Tetty Helena Tampubolon, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memaksakan pembelajaran tatap muka atau luring. Sekolah masih memantau perkembangan kondisi psikologis para siswa, di mana sebagian di antaranya masih mengalami trauma.
"Hari Senin dipastikan masih PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh). Kami juga masih memastikan dan memantau persetujuan dari orang tua, apakah memilih PJJ penuh atau model hybrid. Persetujuan orang tua adalah hal yang mutlak," jelas Tetty.
Lebih lanjut, Tetty menyampaikan bahwa keselamatan dan kenyamanan siswa adalah prioritas utama. Sekolah memahami bahwa proses pemulihan membutuhkan waktu dan tidak bisa terburu-buru.
Artikel Terkait
Catatan BMKG: 43 Ribu Gempa Guncang Indonesia Sepanjang 2025
Ledakan Malam Tahun Baru di Crans-Montana Tewaskan Puluhan
NgopiPagi: Menyulut Api Semangat di Tengah Lika-Liku Perjalanan Hidup
Koalisi Sipil Serukan Darurat Hukum di Hari Pertama 2026