"Di sinilah TNI benar-benar diuji," tegas Ginting.
Mata publik akan tertuju pada proses hukum yang berjalan. Apakah transparan? Apakah pelaku dihukum setimpal? Pertanyaan yang lebih keras mungkin akan muncul: apakah ada keberanian untuk mengungkap keterlibatan pihak yang lebih tinggi, jika memang ada?
"Jika kasus ini ditangani secara terbuka dan tegas, TNI justru memiliki peluang untuk menunjukkan bahwa sistem hukumnya mampu bekerja lebih keras dan lebih disiplin dibandingkan sistem sipil," tuturnya lagi.
Sebelumnya, Kapuspen TNI Aulia Dwi Nasrullah telah mengonfirmasi peristiwa penyerahan jabatan tersebut.
"Jadi kami perlu sampaikan di sini, sebagai bentuk pertanggungjawaban hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais," kata Aulia di Cilangkap.
Jadi, sekarang bola ada di pihak TNI. Langkah awal sudah diambil dengan penyerahan jabatan. Tapi ujian sesungguhnya baru akan dimulai di ruang pengadilan nanti. Semua menunggu, bagaimana institusi ini menyelesaikan ujian yang menguji integritas dan kredibilitasnya di hadapan publik.
Artikel Terkait
Komnas HAM Ungkap Kondisi Medis Serius Andrie Yunus Pascaserangan Air Keras
Sidang Gugatan Ador terhadap Danielle NewJeans Dibuka, Tuntutan Capai Rp500 Miliar
Jadwal Salat Jumat di Surabaya, Imsak Pukul 04.08 WIB
Festival Kuliner dan Budaya Hongaria 2026 Digelar di Jakarta dan Surabaya