Rabu malam di Bandar Abbas tak seperti biasanya. Langit yang gelap tiba-tiba terbelah oleh suara dan cahaya ledakan. Beberapa jam kemudian, dari kantornya di Yerusalem, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membuat pengumuman yang mengguncang. Ia menyatakan pasukannya telah menewaskan Alireza Tangsiri, komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran, dalam sebuah serangan udara presisi.
Netanyahu tak ragu menyebut Tangsiri sebagai target strategis utama. Menurutnya, komandan itu memainkan peran vital dalam kebijakan militer Iran di perairan internasional, khususnya di sekitar Selat Hormuz yang sempit itu.
Klaim ini sepertinya bukan berdiri sendiri. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, sebelumnya juga telah berbicara di Tel Aviv. Ia menyebut operasi itu tak hanya menewaskan Tangsiri, tapi juga sejumlah komandan senior angkatan laut lainnya dalam gelombang serangan yang sama. Semuanya mengindikasikan sebuah operasi besar yang dirancang matang.
Artikel Terkait
Kebakaran Hutan Riau Hanguskan Lebih dari 2.700 Hektare, Empat Kabupaten Jadi Sorotan
Chandra Asri Pacific Catat Laba Bersih USD 1,4 Miliar di 2025 Didukung Ekspansi Agresif
Arief Catur Pamungkas Siap Perkuat Persebaya Lawan Persita Usai Pulih dari Cedera
Truk Pengangkut Telur Oleng, Tewaskan Pemilik Warung di Subang