Kabar duka datang dari Kebun Binatang Bandung. Dua anak harimau Benggala yang baru berusia delapan bulan, Huru dan Hara, harus meregang nyawa. Penyebabnya, menurut keterangan resmi, adalah serangan virus Panleukopenia yang ganas.
Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Eri Mildranaya, mengonfirmasi hal ini di Bandung, Kamis lalu. Ia menyebut berbagai upaya maksimal telah dikerahkan untuk menyelamatkan kedua satwa langka itu. Sayangnya, hasilnya tak sesuai harapan.
“Secara umum keduanya terinfeksi Panleukopenia. Berbagai upaya sudah dilakukan secara maksimal, namun hasil akhirnya berkata lain,” ujar Eri.
Rasa kehilangan itu terasa mendalam. Bagi pihak konservasi dan pengelola, Huru dan Hara bukan cuma angka dalam inventaris satwa.
“Kami sangat berduka. Kedua anak harimau ini bukan sekadar satwa tetapi sudah menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat Bandung,” tuturnya.
Artikel Terkait
Arief Catur Pamungkas Siap Perkuat Persebaya Lawan Persita Usai Pulih dari Cedera
Truk Pengangkut Telur Oleng, Tewaskan Pemilik Warung di Subang
TNI Bangun Ulang Jembatan Gumuzo di Nias Utara, Akses Vital Kembali Pulih
Energi Watch: Konversi ke Kompor dan Kendaraan Listrik Bisa Hemat Subsidi Ratusan Miliar