QS Umumkan 4 Universitas Indonesia Terbaik untuk Ilmu Hayati dan Kedokteran

- Kamis, 26 Maret 2026 | 20:30 WIB
QS Umumkan 4 Universitas Indonesia Terbaik untuk Ilmu Hayati dan Kedokteran

Musim pendaftaran mahasiswa baru sudah di depan mata. Bagi banyak calon mahasiswa, memilih jurusan dan universitas adalah keputusan yang cukup pelik, bahkan bisa bikin pusing tujuh keliling. Apalagi kalau kamu berminat di bidang kedokteran reputasi kampus jadi hal yang mutlak perlu dipertimbangkan. Kenapa? Karena kualitas pengajaran akan membekali kamu untuk berkontribusi maksimal di masyarakat nantinya.

Nah, salah satu acuan yang bisa dipakai adalah hasil pemeringkatan QS World University Rankings by Subject untuk tahun 2026. Laporan terbaru mereka, yang merupakan edisi ke-16, menganalisis lebih dari 21.000 program studi dari sekitar 1.900 kampus di seluruh dunia. Penilaiannya sendiri mengacu pada beberapa indikator kunci, seperti reputasi akademik, penilaian dari dunia kerja, hingga dampak hasil penelitiannya.

Menurut sejumlah saksi di kalangan akademisi, pemeringkatan ini membagi 55 subjek ke dalam lima kelompok besar. Salah satunya adalah bidang Ilmu Hayati dan Kedokteran, yang di dalamnya mencakup kedokteran umum, keperawatan, psikologi, dan juga kedokteran hewan.

Untuk kategori itu, Universitas Harvard berhasil menduduki puncak peringkat dunia tahun ini. Prestasinya cukup gemilang, meraih nilai nyaris sempurna di tiga dari empat indikator penilaian. Posisi berikutnya diisi oleh kampus-kampus ternama seperti Oxford dan Johns Hopkins.

Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Ternyata ada empat universitas dalam negeri yang berhasil mencetak namanya di daftar QS WUR by Subject 2026 untuk bidang Ilmu Hayati dan Kedokteran. Berikut ini daftarnya.

Kampus Terbaik di Indonesia untuk Ilmu Hayati & Kedokteran

1. Universitas Indonesia

Dengan skor 64.6, UI berhasil menempati peringkat ke-281 di dunia. Pencapaian ini mengukuhkan posisinya sebagai yang terdepan di tanah air.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar