Geliat Ekonomi Daerah Melonjak Tiga Kali Lipat Saat Mudik Lebaran

- Kamis, 26 Maret 2026 | 17:15 WIB
Geliat Ekonomi Daerah Melonjak Tiga Kali Lipat Saat Mudik Lebaran

"Kenaikannya sangat signifikan. Jika pada hari normal kami melayani sekitar 30 orang, pada masa mudik ini angka kunjungan bisa menembus 100 orang per hari," kata Amalia.

Lalu, apa yang mendorong orang-orang rela berdesakan ini? Ternyata, membawa buah tangan punya makna lebih dalam bagi sebagian pemudik. Bukan sekadar tradisi tahunan, tapi juga jadi cara untuk memperkenalkan potensi daerah asal mereka.

Seperti yang dilakukan Vivi, warga asli Jember yang bekerja di Jakarta. Ia sengaja memborong kopi lokal untuk dibawa kembali ke ibu kota.

"Kopi Jember memiliki kualitas unggul namun belum banyak diketahui secara luas. Saya memanfaatkan momen pulang kampung ini untuk membantu mempromosikan produk lokal kepada teman-teman di Jakarta," ungkapnya.

Cerita lain datang dari Ikey, seorang pengunjung di Lampung. Alasannya lebih sederhana: kelengkapan produk. Ia berencana membawa oleh-oleh hasil belanjanya ke Subang, Jawa Barat, sebagai hantaran untuk keluarga.

Geliat di dua lokasi ini, meski terpisah pulau, seolah menggambarkan satu hal yang sama. Momentum mudik Lebaran terbukti efektif memutar roda ekonomi daerah, khususnya bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif. Ada optimisme yang terasa, sebuah tanda pemulihan daya beli masyarakat pasca pandemi yang perlahan tapi pasti mulai terlihat nyata.

Redaksi TVRINews

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar