Untungnya, petugas keamanan setempat segera datang dan berhasil meredakan situasi yang sudah tak terkendali itu.
Kondisi AY cukup mengenaskan. Ia mengalami lecet di leher bagian kiri dan tangan kanannya. Mobilnya jauh lebih parah: bodi penyok di sana-sini, hampir semua kacanya pecah berantakan, dan keempat ban mengempis tak berdaya. Sungguh pemandangan yang menyedihkan.
Polisi kemudian bergerak cepat. Dua pria berinisial Arif dan Mesak berhasil diamankan sebagai tersangka. Yang menarik, tes urine yang dilakukan terhadap keduanya membawa temasan tak terduga. Salah satunya, Arif, dinyatakan positif menggunakan amfetamin dan methamphetamine.
"Hasilnya sementara satu terduga atas nama Arif positif AMP & METH," jelas Adi Saputra.
Kini, kedua pria itu harus mempertanggungjawabkan aksi brutal mereka, dengan satu tersangka menghadapi tambahan pasal terkait narkoba. Kasus ini kembali menyoroti tindakan main hakim sendiri yang kerap berakhir chaos.
Artikel Terkait
Gubernur Bali Desak Optimalisasi Aplikasi dan Pendataan PMI Krama Bali
Mulan Jameela Bantah Tudingan Hina Profesi Guru, Sebut Berita Bohong
Arab Saudi Apresiasi Resolusi Dewan HAM PBB yang Kutuk Serangan Iran
Serangan Udara AS-Israel Tewaskan Dua Remaja di Iran, Dampak Merambah ke Abu Dhabi