Rabu kemarin (25/3), Jakarta lagi-lagi tak kehabisan cerita. Dari insiden mencekam di jalan tol hingga riuhnya pemudik yang mulai berdatangan kembali, ibukota tampak tak pernah benar-benar berhenti bergerak. Buat yang mungkin ketinggalan, ini beberapa poin penting yang sempat ramai dibicarakan.
Pertama, soal kecelakaan di Gerbang Tol Andara, Selasa malam. Polisi sudah mengeluarkan kronologinya. Menurut AKBP Reiki Indra Brata Manggala, yang mengepalai Satuan Patroli Jalan Raya Polda Metro Jaya, kejadiannya sekitar pukul setengah sembilan malam. Dua kendaraan terlibat. Detail lengkapnya sudah dijelaskan pihak berwajib.
Di sisi lain, ada kabar yang lebih cerah. Program "Mudik ke Jakarta" rupanya cukup sukses menarik minat orang. Gubernur DKI, Pramono Anung Wibowo, menyebutkan ada peningkatan kunjungan yang signifikan ke sejumlah tempat wisata selama Lebaran.
"Selama periode Idul Fitri, jumlah kunjungan masyarakat ke destinasi wisata di Jakarta mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Kawasan Monas pada tanggal 22–24 Maret dikunjungi sebanyak 126.790 orang, Kebun Binatang Ragunan sebanyak 222.991 pengunjung, dan Ancol sekitar 155.000 pengunjung,"
Demikian penjelasan Pramono di Balai Kota, Rabu siang.
Namun begitu, di balik keramaian itu, Dinas Kesehatan DKI sudah bersiap mengantisipasi hal lain. Mereka waspada akan potensi lonjakan penyakit pasca-Lebaran, apalagi di masa peralihan musim begini. Sri Puji Wahyuni, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, meyakinkan bahwa rumah sakit-rumah sakit di Jakarta sudah siap siaga.
"Rumah sakit di Jakarta sudah siap. Untuk penyakit menular setiap rumah sakit umum daerah (RSUD) sudah punya ruang isolasi,"
katanya via telepon, Rabu kemarin.
Kesiapan itu mungkin perlu, melihat gelombang arus balik yang mulai terasa. Di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, jumlah penumpang pada H 4 Lebaran membeludak. Catatannya, 2.221 orang sudah terekam dari pagi hingga pukul delapan malam. Angka ini melonjak drastis dibanding hari sebelumnya yang hanya 1.609 penumpang.
Gelombang serupa juga terpantau di utara Jakarta. Di Terminal Bus Tanjung Priok, pemudik yang naik bus AKAP sudah mulai berdatangan. Sandi, sang Kepala Terminal, memperkirakan puncak kedatangan akan terjadi sore hingga malam hari.
"Pagi hingga siang tadi baru sekitar 250 penumpang yang tiba dengan total sekitar 30 bus. Kami memprediksi penumpang tiba akan kembali ramai pada sore hingga malam hari ini,"
Demikian pengamatannya di lokasi.
Begitulah sekelumit laporan dari Jakarta di penghujung Maret. Sebuah kota yang terus bernapas, di antara insiden, program pemerintah, kewaspadaan kesehatan, dan ritme perjalanan warganya yang tak pernah benar-benar padam.
Artikel Terkait
Kebocoran Gas Amonia di Pabrik Es Sleman, Warga Mengungsi Akibat Sesak Napas
Demonstran Lempar Puluhan Ular ke Aparat saat Protes Kebijakan Bupati Indramayu
SMAN 1 Sambas Wakili Kalbar di Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR Tingkat Nasional
Laporan CIA Bantah Klaim Trump: Iran Masih Simpan 75 Persen Rudal dan Mampu Bertahan 3-4 Bulan dari Blokade AS