Agus tak lupa menyampaikan apresiasi tinggi. Bukan cuma untuk personelnya yang bekerja keras di lapangan, tapi juga sinergi antar-stakeholder yang berjalan begitu responsif. Kehadiran petugas, katanya, bukan sekadar mengatur lalu lintas, tetapi juga memberikan pelayanan yang manusiawi.
“Pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal dan humanis, didukung sinergitas antar stakeholder serta pemanfaatan teknologi yang semakin modern. Semua ini demi mewujudkan semangat Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” tegasnya.
Ada kabar baik dari data. Operasi tahun ini mencatat penurunan angka fatalitas yang cukup signifikan, sekitar 30,41 persen dibanding tahun 2025. Namun begitu, kewaspadaan tetap dijaga. Sebab, arus balik diperkirakan masih tersisa sekitar 42,29 persen.
“Masih ada sisa arus balik sebesar 42,29 persen yang akan terus kita kawal melalui KRYD hingga 29 Maret nanti,” ujar Kaopspus Operasi Ketupat 2026 ini.
Ia menutup dengan pesan yang berisi semangat. “Tugas itu adalah kehormatan, kita tidak boleh lelah dan kita tidak boleh capek melayani masyarakat memastikan mereka kembali ke rumah dengan selamat, dengan aman.”
Jadi, meski operasi besar sudah ditutup, petugas di jalan masih akan terlihat. Mereka memastikan perjalanan terakhir pemudik benar-benar aman sampai tujuan.
Artikel Terkait
Operasi Ketupat 2026 Berakhir, Satu Personel Gugur Akibat Kelelahan Ekstrem
Pimpinan IRGC Tantang AS: Coba Lakukan Invasi Darat, Kami Sudah Siap
Korlantas: 42% Pemudik Belum Kembali, Antisipasi Puncak Balik Kedua
Polri Siagakan Personel hingga 29 Maret, 42 Persen Pemudik Belum Kembali ke Jakarta