Atase 7 Negara Hadir dalam Apel Akbar Polri, Bahas Strategi Penanganan Unjuk Rasa

- Rabu, 26 November 2025 | 15:15 WIB
Atase 7 Negara Hadir dalam Apel Akbar Polri, Bahas Strategi Penanganan Unjuk Rasa

Di tengah kerumunan ratusan perwira Polri, tujuh wajah asing tampak hadir. Mereka adalah para atase kepolisian dari negara-negara sahabat yang turut serta dalam Apel Kasatwil Polri Tahun 2025. Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas, tapi lebih sebagai bukti nyata komitmen kerja sama internasional untuk menciptakan keamanan global.

Acara akbar yang berlangsung selama tiga hari itu, dari Senin hingga Rabu (24-26/11), digelar di Mako Satuan Latihan Korbrimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor. Tema 'Transformasi Polri yang Profesional untuk Masyarakat' diusung tahun ini, dengan melibatkan 631 peserta yang terdiri dari pucuk pimpinan Mabes Polri, Kapolda, hingga para Kapolres dari seluruh penjuru Indonesia.

Menurut pantauan di lokasi, ketujuh atase kepolisian yang hadir mewakili jejaring global yang cukup luas. Mereka datang dari Australia, Amerika Serikat (FBI), China, Filipina, Jepang (didampingi perwakilan JICA), Malaysia, dan Prancis.

Nama-nama seperti Steve Lindner dari Australia, Robert Lafferty dari FBI, serta Han Dong dan Gao Zhan dari China tercatat hadir. Dari kawasan Asia Tenggara, hadir Roland L Agohob (Filipina) dan Raja Farul Izwan Bin Raja (Malaysia). Sementara itu, Jepang mengirimkan delegasi yang dipimpin Satoh Takuma, dan Oliver Chassot hadir mewakili Prancis.

Tak cuma mendengarkan, para atase ini pun dijadwalkan memberikan paparan. Mereka akan berbagi insight tentang berbagai isu strategis, termasuk salah satunya adalah penanganan unjuk rasa.

Di sisi lain, Kapolri Jenderal Sigit tampak memberikan arahan khusus kepada jajarannya. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya soliditas internal sebagai modal utama menghadapi segala tantangan.

"Terus tingkatkan soliditas internal sebagai modal utama dalam menghadapi setiap tantangan tugas, untuk menjaga eksistensi Institusi Polri, sehingga pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara bisa diwujudkan secara paripurna," tegas Sigit.

Ia berharap momentum apel ini bisa menyelaraskan pemahaman dan arah seluruh jajaran. Selain itu, acara ini juga dijadikan sarana evaluasi untuk tugas dan kebijakan yang telah dijalankan di lapangan.

Ada pesan khusus tentang kesederhanaan yang ia sampaikan. Gaya yang sederhana, menurutnya, punya tujuan yang mendalam.

"Kesederhanaan ini bertujuan agar seluruh jajaran tetap membumi, tetap dekat dengan masyarakat, serta memiliki sense of belongings terhadap Polri, sehingga para peserta akan selalu ingat terhadap jati diri Polri sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat," jelasnya.

Pesan itu menggema, mengingatkan kembali pada fungsi dasar kepolisian di tengah kompleksnya tantangan yang dihadapi hari ini.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar