Menteri Sosial Temukan 2.708 PNS Bolos Tanpa Keterangan Usai Lebaran

- Rabu, 25 Maret 2026 | 21:40 WIB
Menteri Sosial Temukan 2.708 PNS Bolos Tanpa Keterangan Usai Lebaran

Rabu pagi itu, suasana di kantor Kementerian Sosial agak berbeda. Usai cuti panjang Lebaran, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, tiba-tiba muncul melakukan inspeksi mendadak. Ia berkeliling, menyapa dan bersilaturahmi dengan para pegawai yang sudah kembali bekerja. Namun, kunjungan itu bukan sekadar basa-basi.

Rupanya, sebelum turun ke lapangan, Gus Ipul dan jajarannya sudah menggelar rapat dinas. Agenda utamanya: mengecek kedisiplinan. Hasilnya cukup mengejutkan. Dari total 46.090 pegawai, ternyata ada 2.708 orang yang tidak hadir dan itu tanpa keterangan sama sekali.

"Jadi ini tanpa keterangan, tidak ada izin, tapi juga tidak absen," ujar Gus Ipul.

Ia melanjutkan, "Ada 2.708 pegawai, cukup besar yang tanpa keterangan ini. Tentu Pak Sekjen beserta staf akan mendalami mengapa mereka tanpa keterangan."

Memang, mayoritas pegawai Kemensos bekerja dengan sistem fleksibel. Sekitar 34.284 orang masuk dalam skema flexible working arrangement. Lalu, ada 5.071 pegawai work from anywhere, dan 3.683 orang work from office. Nah, selisih 2.708 orang itulah yang jadi perhatian serius menteri di hari pertama kerja itu.

Merespons temuan tersebut, Gus Ipul langsung bertindak. Ia memerintahkan seluruh 2.708 pegawai yang bolos itu untuk mengikuti apel pembinaan keesokan harinya, baik secara luring maupun daring. Tidak main-main, nama dan NIK mereka semua sudah tercatat.

"Untuk itu kepada 2.708 orang yang sudah tercatat nama dan niknya, semuanya wajib mengikuti apel besok jam 10 pagi," tegasnya. Apel itu dimaksudkan sebagai bentuk pembinaan sekaligus peringatan.

Di sisi lain, sanksi pun siap dijatuhkan. Gus Ipul mengingatkan soal Peraturan Pemerintah No. 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS. Aturan itu mengancam pelanggar dengan hukuman disiplin, mulai dari ringan, sedang, hingga berat. "Ini sekaligus pembelajaran buat seluruh pegawai," katanya. Intinya, ada pengawasan dan alat untuk mengukur kedisiplinan.

Tak cuma itu. Bagi yang ketahuan tidak disiplin dalam hal kehadiran, ada konsekuensi finansial. Tunjangan kinerja bisa dipotong sebesar 3% per hari ketidakhadiran. Jadi, bolos itu ada harganya dan harganya tidak murah.

Menariknya, perhatian Gus Ipul tidak hanya pada absensi. Menurutnya, momen sebelum dan sesudah hari raya juga rawan praktik gratifikasi. Namun begitu, ia menyebut hingga saat ini belum ada laporan gratifikasi yang diterima pegawai Kemensos. Poin ini tetap diawasi ketat.

Untuk memperkuat pengawasan, Gus Ipul membuka pintu lebar-lebar bagi publik. Ia mengundang siapa saja yang melihat pelanggaran di lingkungan Kemensos untuk melapor.

"Saya mengundang semua pihak jika melihat, jika menyaksikan ada hal-hal tersebut di lingkungan Kementerian Sosial, silakan bisa langsung dilaporkan kepada kami," pungkasnya.

Pelaporan bisa dilakukan melalui Command Center atau kanal pengaduan lain yang tersedia. Langkah ini menunjukkan, penegakan disiplin di internal kementeriannya ingin dilakukan secara transparan dan melibatkan masyarakat.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar