Rabu pagi itu, suasana di kantor Kementerian Sosial agak berbeda. Usai cuti panjang Lebaran, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, tiba-tiba muncul melakukan inspeksi mendadak. Ia berkeliling, menyapa dan bersilaturahmi dengan para pegawai yang sudah kembali bekerja. Namun, kunjungan itu bukan sekadar basa-basi.
Rupanya, sebelum turun ke lapangan, Gus Ipul dan jajarannya sudah menggelar rapat dinas. Agenda utamanya: mengecek kedisiplinan. Hasilnya cukup mengejutkan. Dari total 46.090 pegawai, ternyata ada 2.708 orang yang tidak hadir dan itu tanpa keterangan sama sekali.
"Jadi ini tanpa keterangan, tidak ada izin, tapi juga tidak absen," ujar Gus Ipul.
Ia melanjutkan, "Ada 2.708 pegawai, cukup besar yang tanpa keterangan ini. Tentu Pak Sekjen beserta staf akan mendalami mengapa mereka tanpa keterangan."
Memang, mayoritas pegawai Kemensos bekerja dengan sistem fleksibel. Sekitar 34.284 orang masuk dalam skema flexible working arrangement. Lalu, ada 5.071 pegawai work from anywhere, dan 3.683 orang work from office. Nah, selisih 2.708 orang itulah yang jadi perhatian serius menteri di hari pertama kerja itu.
Merespons temuan tersebut, Gus Ipul langsung bertindak. Ia memerintahkan seluruh 2.708 pegawai yang bolos itu untuk mengikuti apel pembinaan keesokan harinya, baik secara luring maupun daring. Tidak main-main, nama dan NIK mereka semua sudah tercatat.
"Untuk itu kepada 2.708 orang yang sudah tercatat nama dan niknya, semuanya wajib mengikuti apel besok jam 10 pagi," tegasnya. Apel itu dimaksudkan sebagai bentuk pembinaan sekaligus peringatan.
Artikel Terkait
Arus Balik Lebaran di Pelabuhan Pangkal Balam Mulai Bergerak, Roro Tertunda
Kondisi Mata Andrie Yunus Memburuk, RSCM Temukan Iskemia dan Lakukan Operasi Lanjutan
Mobil Listrik Tercebur ke Kolam Bundaran HI, Pengemudi Selamat
Pria Tua Terseret Kereta Barang di Surabaya, Selamat Meski Terlempar 30 Meter