Menkeu Suntik Rp100 Triliun Tambahan ke Perbankan Jaga Likuiditas Jelang Lebaran

- Rabu, 25 Maret 2026 | 21:15 WIB
Menkeu Suntik Rp100 Triliun Tambahan ke Perbankan Jaga Likuiditas Jelang Lebaran

Soal penyalurannya, Purbaya menyebut pola yang digunakan fleksibel. Saat ini, fokus masih pada bank-bank tertentu. Bank DKI, misalnya, disebut-sebut mendapat jatah.

"Bank DKI aja dapat Rp 2 triliun kalo enggak salah," tuturnya.

Untuk bank-bank swasta, tampaknya belum jadi prioritas di tahap awal ini. Intinya, pemerintah punya ruang gerak untuk menempatkan dana ini sesuai kebutuhan dan kondisi pasar.

Pada dasarnya, langkah ini adalah bagian dari strategi pengelolaan kas negara yang lebih dinamis. Dana SAL yang menganggur dimanfaatkan untuk mencegah kekeringan likuiditas sekaligus menjaga stabilitas harga obligasi. Harapannya, dengan perbankan punya dana segar, mereka bisa lebih aktif membeli obligasi sehingga pasar tetap tenang.

Jadi, tambahan Rp100 triliun itu bukan sekadar angka. Itu adalah upaya pre-emptive pemerintah membaca gejolak pasar dan bertindak cepat sebelum isu likuiditas berkembang jadi masalah yang lebih serius.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar