Rabu lalu, di Distrik Gaoming, Kota Foshan, sebuah proyek besar resmi dimulai. Pemerintah China memulai pembangunan Bandara Pusat Delta Sungai Mutiara, atau yang sering disebut Bandara Guangzhou Baru. Ini adalah langkah strategis untuk mengembangkan Kawasan Teluk Besar Guangdong-Hong Kong-Makau (GBA).
Lokasinya cukup strategis, berada tepat di jantung geografis antara Foshan, Zhaoqing, Jiangmen, dan Yunfu. Artinya, bandara baru ini nantinya bakal melayani kebutuhan terbang penduduk di wilayah itu kurang lebih 20 juta orang lebih.
Dana yang digelontorkan tidak main-main: 41,81 miliar yuan. Dengan anggaran sebesar itu, fasilitas yang direncanakan pun cukup ambisius. Dua landasan pacu paralel yang lebar akan dibangun. Gedung terminalnya direncanakan seluas 260 ribu meter persegi, dilengkapi 94 apron pesawat.
Kapasitasnya? Cukup besar. Setiap tahun, bandara ini ditargetkan bisa melayani 30 juta penumpang. Untuk kargo dan pos, angkanya mencapai 500 ribu ton. Sementara pergerakan pesawat, baik lepas landas maupun mendarat, diproyeksikan sekitar 260 ribu kali.
Artikel Terkait
Operasi Ketupat 2026 Berakhir, Satu Personel Gugur Akibat Kelelahan Ekstrem
Pimpinan IRGC Tantang AS: Coba Lakukan Invasi Darat, Kami Sudah Siap
Korlantas: 42% Pemudik Belum Kembali, Antisipasi Puncak Balik Kedua
Polri Siagakan Personel hingga 29 Maret, 42 Persen Pemudik Belum Kembali ke Jakarta