Tak hanya itu. Ada juga bantuan isian rumah senilai Rp 3 juta per keluarga, plus dukungan stimulan ekonomi sebesar Rp 5 juta. Untuk kebutuhan sehari-hari, ada jadup sebesar Rp 450 ribu per orang yang diberikan untuk jangka waktu tiga bulan.
Soal mekanisme, Gus Ipul menekankan bahwa prosesnya dilakukan dengan sangat hati-hati. Transparansi jadi kunci. Data penerima harus melalui verifikasi berlapis, mulai dari level kabupaten atau kota hingga ke kementerian.
"Data inilah yang kemudian kita jadikan pedoman untuk menyalurkan bansos," tegasnya.
Penyalurannya sendiri melibatkan PT Pos. Di lapangan, Kemensos juga mengerahkan pendamping sosial mulai dari pendamping PKH, TKSK, hingga relawan Tagana. Tujuannya jelas: mengawal agar bantuan tepat sasaran dan digunakan untuk pemulihan ekonomi serta kebutuhan dasar.
Harapannya, semua pihak bisa bertanggung jawab.
"Pemerintah yang menyalurkan bertanggung jawab. Tentu penerima manfaat juga harus bisa menggunakan dana itu dengan baik dan benar," imbuh Gus Ipul.
Artikel Terkait
Anggota DPR Usulkan Rabu Sebagai Hari Kerja dari Rumah, Khawatir Jumat Picu Libur Panjang
Arus Mudik Lancar di Brebes-Tegal Meski Volume Kendaraan Capai 300 Ribu
Arus Balik Lebaran di Pelabuhan Pangkal Balam Mulai Bergerak, Roro Tertunda
Kondisi Mata Andrie Yunus Memburuk, RSCM Temukan Iskemia dan Lakukan Operasi Lanjutan