Wacana kerja dari rumah atau work from home (WFH) satu hari dalam seminggu lagi ramai dibicarakan. Nah, respons pun datang dari anggota Komisi II DPR, Ahmad Irawan. Ia punya usulan menarik soal hari pelaksanaannya.
Menurut Irawan, kalau WFH jatuh di hari Jumat, bisa-bisa malah melenceng dari tujuannya. Kenapa? Khawatirnya, masyarakat malah menganggapnya sebagai awal libur panjang. Alih-alih menghemat BBM, orang justru bisa ramai-ramai pergi wisata dan menghabiskan bahan bakar.
"Kalau WFH dilaksanakan hari Jumat, potensial hari tersebut digunakan justru untuk berwisata," kata Irawan di Jakarta, Rabu.
"Publik bisa menganggap jadi hari libur panjang," tambahnya.
Lalu hari apa yang paling pas? Irawan mengusulkan Rabu. Pilihannya ini bukan tanpa alasan. Hari Rabu posisinya ada di tengah pekan. Jadi, kecil kemungkinan dimanfaatkan untuk memperpanjang akhir pekan.
Ia memaparkan, andai kata diterapkan Senin, momennya bisa disambung dengan akhir pekan sebelumnya. Sementara kalau Kamis, berisiko memicu orang mengambil cuti di hari Jumat. Jadinya ya sama saja, libur panjang.
Artikel Terkait
Operasi Ketupat 2026 Resmi Ditutup, Korban Tewas Kecelakaan Turun 30 Persen
Anak 10 Tahun Penderita Epilepsi Kejang di Pantai Anyer, Tim Medis Polisi Sigap Beri Pertolongan
Panglima TNI Ambil Alih Langsung BAIS Usai Dugaan Keterlibatan Personel dalam Kasus Kontras
Operasi Ketupat 2026 Resmi Ditutup, Pengamanan Jalur Mudik Berlanjut Lewat KRYD