Anggota DPR Usulkan Rabu Sebagai Hari Kerja dari Rumah, Khawatir Jumat Picu Libur Panjang

- Rabu, 25 Maret 2026 | 23:30 WIB
Anggota DPR Usulkan Rabu Sebagai Hari Kerja dari Rumah, Khawatir Jumat Picu Libur Panjang

Wacana kerja dari rumah atau work from home (WFH) satu hari dalam seminggu lagi ramai dibicarakan. Nah, respons pun datang dari anggota Komisi II DPR, Ahmad Irawan. Ia punya usulan menarik soal hari pelaksanaannya.

Menurut Irawan, kalau WFH jatuh di hari Jumat, bisa-bisa malah melenceng dari tujuannya. Kenapa? Khawatirnya, masyarakat malah menganggapnya sebagai awal libur panjang. Alih-alih menghemat BBM, orang justru bisa ramai-ramai pergi wisata dan menghabiskan bahan bakar.

"Kalau WFH dilaksanakan hari Jumat, potensial hari tersebut digunakan justru untuk berwisata," kata Irawan di Jakarta, Rabu.

"Publik bisa menganggap jadi hari libur panjang," tambahnya.

Lalu hari apa yang paling pas? Irawan mengusulkan Rabu. Pilihannya ini bukan tanpa alasan. Hari Rabu posisinya ada di tengah pekan. Jadi, kecil kemungkinan dimanfaatkan untuk memperpanjang akhir pekan.

Ia memaparkan, andai kata diterapkan Senin, momennya bisa disambung dengan akhir pekan sebelumnya. Sementara kalau Kamis, berisiko memicu orang mengambil cuti di hari Jumat. Jadinya ya sama saja, libur panjang.

Di sisi lain, Irawan sebenarnya melihat sisi positif dari kebijakan ini, terutama untuk penghematan energi. Hanya saja, ia mengingatkan, implementasinya harus dipikirkan matang. Penyediaan logistik dan kebutuhan pokok masyarakat, misalnya, harus tetap berjalan lancar. Jangan sampai niat baik malah menimbulkan masalah baru.

Usulan Irawan ini muncul setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengemukakan pandangan berbeda. Purbaya justru melihat potensi lain jika WFH jatuh di hari Jumat.

Menurutnya, akhir pekan yang lebih panjang Jumat sampai Minggu bisa mendongkrak aktivitas rumah tangga dan memberi angin segar bagi sektor pariwisata. Tentu saja, di samping dampak utamanya, yaitu efisiensi energi lewat penghematan BBM.

Purbaya menegaskan, pemberlakuan satu hari ini dimaksudkan untuk menjaga keseimbangan. Antara fleksibilitas kerja di satu sisi, dan produktivitas di sisi lain.

Jadi, perdebatan soal hari yang tepat untuk WFH ini masih terbuka. Apakah akan dipilih Rabu seperti usulan Irawan, atau Jumat seperti yang dilihat potensinya oleh Purbaya? Semuanya kembali pada pertimbangan pemerintah nantinya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar