Khusus jadup yang dipakai beli lauk-pauk, besarnya Rp450.000 per orang per bulan. Bantuan ini akan mengalir selama tiga bulan.
Yang menarik, Saifullah menekankan soal mekanisme verifikasi. Prosesnya ketat banget. Data penyintas dicek berlapis, mulai dari BNPB, pemda, hingga verifikasi NIK di Kementerian Dalam Negeri. Bahkan Kejaksaan dan Kepolisian dilibatkan untuk memastikan akuntabilitas data.
"Pedoman kami adalah data valid yang sudah ditandatangani Mendagri Tito Karnavian, yang juga menjabat Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera," jelasnya.
Untuk mengantarkan bantuan langsung ke keluarga terverifikasi, Kemensos menggandeng PT Pos Indonesia. Kerja sama ini diharapkan bisa memastikan bantuan tepat sasaran.
Lalu, bagaimana jika dana yang ada ternyata kurang? Saifullah menyebut Kemensos tak akan tinggal diam. Mereka siap mengajukan Anggaran Biaya Tambahan (ABT) ke Kementerian Keuangan.
Tujuannya satu: memastikan semua warga terdampak dapat bantuan pemulihan yang memadai. Upaya ini jelas butuh waktu, tapi setidaknya prosesnya sudah bergulir.
Artikel Terkait
Menkeu Suntik Rp100 Triliun Tambahan ke Perbankan Jaga Likuiditas Jelang Lebaran
Pemkot Mataram Kaji Wajibkan Pejabat Bersepeda ke Kantor
Ledakan Kedua di Pangkalan Irak Tewaskan 7 Personel, Klinik Militer Turut Dihantam
Contoh Rundown Acara Halalbihalal untuk Keluarga, Kantor, hingga Lingkungan RT