Rupanya, pemerintah sudah sepakat soal hari kerja dari rumah alias WFH. Hal ini diungkapkan Mendagri Tito Karnavian usai rapat panjang di Istana, Rabu kemarin. Tujuannya jelas: menghemat BBM di tengah ancaman gejolak Timur Tengah yang bisa bikin harga energi melonjak.
Namun begitu, Tito enggan menyebut detailnya. "Saya nggak mau menyebutkan," katanya. Menurutnya, keputusan final soal hari apa dalam seminggu yang akan diberlakukan WFH itu masih harus dilaporkan dulu ke Presiden Prabowo Subianto. Baru setelah itu diumumkan resmi ke publik.
"Udah rapat kemarin, rapat hampir 3 atau 4 jam," ujar Tito usai konferensi pers di kompleks Istana.
Ia menjelaskan, rapat itu melibatkan sejumlah pimpinan kementerian. Ada Menko PMK Pratikno, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, lalu Mensesneg Prasetyo Hadi dan Seskab Teddy Indra Wijaya. Mereka berembuk membahas langkah antisipasi potensi krisis.
"Ya, tapi kita sepakat untuk satu suara berarti yang menyampaikan, ya saya nggak tahu siapa, (rapat) di Istana. Apakah Pak Menko PMK, apakah Menko Ekonomi, ataukah nanti oleh Pak Mensesneg (yang mengumumkan). Jadi, kita hanya memberikan masukan-masukan saja, tapi saya nggak berwenang untuk menyampaikan ke publik," jelas Tito.
Meski tutup mulut soal harinya, Tito mengaku kesepakatan hampir tercapai. "Itu kemarin pun sebenarnya sudah ada hampir mengarah kepada mayoritas setuju di satu hari, yang sama," tuturnya. Jadi, tinggal menunggu lampu hijau dari Presiden dan pengumuman resminya. Masyarakat pun tinggal menunggu kepastian jadwalnya.
Artikel Terkait
Harga Emas Batangan Pegadaian Hari Ini: UBS Turun Tipis, Galeri 24 Naik
UE Blokir Pendanaan untuk Inverter Surya China karena Khawatir Risiko Keamanan Jaringan Listrik
Inggris Panggil Dubes Tiongkok Usai Vonis Spionase untuk Hong Kong
Wamendagri Dorong HIPMI Jadi Mitra Strategis Kepala Daerah Kembangkan Ekonomi Kreatif