Jakarta Timur – Suasana terminal masih lengang kala dua pejabat tinggi itu tiba. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memilih waktu yang tak biasa: dini hari, antara pukul satu sampai dua pagi, untuk melihat langsung kondisi Terminal Terpadu Pulo Gebang.
Kunjungan itu terjadi pada Rabu, 25 Maret 2026. Fokusnya jelas: mengamati dinamika pergerakan penumpang di terminal yang disebut-sebut sebagai yang terbesar di Indonesia itu. Menurut sejumlah saksi, kedua pejabat tampak serius mencatat dan berdiskusi dengan petugas setempat.
Memang, Pulo Gebang bukan terminal sembarangan. Aktivitasnya nyaris tak pernah berhenti, meski jam menunjukkan dini hari. Pilihan waktu tinjauan yang sangat pagi ini kemungkinan besar untuk menangkap momen operasional yang sering luput dari pantuan.
Artikel Terkait
Normalisasi Lalu Lintas Trans Jawa Dimulai, Sistem One Way Dihentikan Bertahap
Arus Balik Lebaran Padati Pelabuhan Raha, 1.200 Tiket Rute ke Kendari Ludes Terjual
Mensos Gus Ipul Tegur 2.708 Pegawai Bolos Usai Libur Lebaran
PM Spanyol: Konflik Timur Tengah Saat Ini Lebih Buruk Dibanding Invasi AS ke Irak