"Kondisi ini dipengaruhi oleh masih tingginya minat masyarakat menuju kawasan wisata Puncak," tambah Ardian.
Di lapangan, pantauan sekitar pukul 11.30 WIB menggambarkan situasi yang sesungguhnya. Arus di Jalan Raya Puncak, tepatnya di Simpang Gadog, terlihat padat merayap. Antrean kendaraan mengular, terutama di Simpang Pasir Muncang yang menjadi hambatan bagi kendaraan yang hendak menuju jalur alternatif Megamendung. Meski padat, lalu lintas dua arah dari dan ke Jakarta masih bisa berjalan.
Kepadatan serupa juga terjadi di KM 46 Tol Jagorawi, tepatnya jelang Simpang Gadog. Dari arah Jakarta, antrean kendaraan menuju Puncak terlihat panjang. Tak kalah ramai adalah Simpang Pasir Angin, yang menjadi akses alternatif via Sentul dan Bukit Pelangi.
Menurut penuturan Ardian, puncak kepadatan sempat terjadi sejak pagi buta. Lonjakan volume kendaraan itu bahkan terlihat dari data di gerbang tol. Pada pukul 06.00 WIB, kendaraan yang keluar di Exit Tol Ciawi tercatat sekitar 1.380 unit. Hanya dalam satu jam, angka itu melonjak drastis menjadi sekitar 2.100 kendaraan pada pukul 07.00 WIB.
"Sehingga kondisi tersebut sudah cukup menjadi pertimbangan bagi kami untuk memberlakukan rekayasa satu arah dari Jakarta menuju Puncak," pungkas Ardian.
Alhasil, sistem satu arah atau one way pun terpaksa diterapkan lagi pagi tadi untuk mengurai kemacetan. Sebuah langkah yang sepertinya masih akan diperlukan selama sisa liburan ini.
Artikel Terkait
Arus Balik Lebaran 2026 Mulai Mereda, Polri Longgarkan Rekayasa Lalin
Puncak Arus Balik Lebaran di Jember Capai 13.150 Penumpang
Warga Irak Jadi Tersangka Pembunuhan Cucu Mpok Nori, Motif Diduga Cemburu
Pemudik Bawa Pulang Rasa Kampung Halaman, Stasiun Pasar Senen Dipenuhi Oleh-Oleh Khas Daerah