Sudah lima tahun Dinda Hauw dan Rey Mbayang mengarungi bahtera rumah tangga. Di mata publik, mereka adalah pasangan yang harmonis, sering dianggap sebagai 'couple goals' yang menginspirasi banyak pasangan muda. Tapi, seperti apa sih sebenarnya rahasia di balik hubungan mereka yang tetap hangat itu?
Rupanya, kuncinya sederhana: jangan berharap terlalu tinggi. Dalam sebuah podcast belum lama ini, Dinda dengan jujur berbagi filosofinya.
"Cara menjaganya jangan terlalu melebih-lebihkan ekspektasi aja sih. Kalau kita banyak nahan ekspektasi yang ada di diri kita aja, tuh rasanya mungkin yaudah apapun yang dilakukan menurut kita cukup aja gitu. Jadi turun-turunin ekspektasi aja,"
"Menurut aku gitu, karena sama-sama manusia bukan malaikat kan,"
Pernyataan Dinda itu intinya sih soal toleransi dan bersikap realistis. Di sisi lain, Rey Mbayang juga buka-bukaan. Ia mengakui, kehidupan mereka tak selamanya manis seperti yang dilihat orang.
"Orang lihat kita semanis itu kan, di internal kita pasti ada ujian naik turun. Cuma emang ya bukan tanggung jawab kita untuk dipublish gitu,"
Nah, kalau lagi ada gesekan kecil, Rey punya trik jitunya sendiri untuk mendinginkan suasana.
"Kalau aku menjaga sparks pernikahan, misalnya kalau lagi berantem-berantem kecil tuh, pasti ngeliatin foto-foto nikah dulu gitu,"
Mereka berdua sepakat untuk menghentikan budaya 'normalize wonderful' yang kerap bikin ekspektasi melambung tak karuan. Rey bilang, kita sering menuntut orang lain, termasuk pasangan, untuk selalu baik. Padahal, itu bukan tanggung jawab mereka.
"Jadi kita lebih menghargai setiap hal-hal kecil yang mungkin bukan tanggung jawab dia tapi dia ngelakuin itu. Banyak-banyak terima kasih aja sih sama pasangan,"
Meski terlihat sempurna, mereka mengaku punya banyak kekurangan. Bahkan, kadang komentar netizen bikin mereka ciut. Dinda mengaku takut dengan komentar-komentar sinis seperti "entar juga pret pada waktunya".
"Cuman kadang takut banget kalau liat komenan netizen kan 'entar juga pret pada waktunya' gitu, jadi kaya takut,"
Rey punya pandangan menarik soal hal ini. Menurutnya, orang sering hanya melihat hasil akhirnya, tanpa peduli proses perjuangan di belakangnya.
"Kita kemarin bahas soal 'pret pada waktunya' itu. Sebenarnya gini, kadang orang mandangnya pretnya aja kan, padahal sebenarnya kalau rasa empatinya ditimbulin, yaa sebelum pret itu kan ada mereka yang coba mempertahankan,"
Ia menegaskan, tidak ada jaminan untuk masa depan, tapi bukan berarti kita boleh menyerah begitu saja.
"Maksudnya enggak ada yang jamin kita seperti apa kedepannya, tapi kan bukan berarti main pret-pret aja gitu. Dibalik pret itu ada berusaha mempertahankan, ada saling ngalahnya gitu, dan pasti semua rumah tangga ngerasain itu,"
Jadi, di tengah sorotan dan kadang kekhawatiran akan komentar netizen, Dinda dan Rey memilih fokus pada hal yang nyata: komunikasi, saling menghargai, dan apresiasi pada hal-hal kecil. Itulah resep mereka menjaga percikan api cinta itu tetap menyala, hangat, dan yang paling penting awet.
Artikel Terkait
Kim Min Ha dan Noh Sang Hyun Reuni di Film Romantis Netflix Messily Ever After
Rekomendasi Drama Korea Bergaya Sejarah untuk Temani Waktu Ngabuburit
Warganet Duga Hubungan Davina dan Ardhito Bagian dari Manajemen Isu
Lnw Fashion Akhiri Endorsement Inara Rusli Usai Protes Netizen