Namun begitu, seruan dari Paris sepertinya jauh dari kata didengar. Hanya berselang tak lama, Garda Revolusi Iran justru mengumumkan aksi militer baru. Mereka melancarkan rentetan rudal ke arah Israel, yang mereka sebut sebagai "jantung wilayah pendudukan".
Bukan cuma itu. Menurut siaran televisi pemerintah IRIB, serangan juga ditujukan ke pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di sejumlah negara sekutu. Kuwait, Yordania, dan Bahrain disebut-sebut menjadi target.
Dalam pernyataannya, Garda Revolusi menyebut pangkalan-pangkalan AS itu telah "dihantam oleh sistem rudal berpemandu presisi berbahan bakar cair dan padat, serta rentetan drone serbu".
Serangan terbaru ini, seperti dilaporkan AFP, semakin mengukuhkan pola. Teheran terus menunjukkan gigi, melancarkan serangan pembalasan beruntun terhadap Israel dan negara-negara Teluk yang dianggap menjadi tempat berpijak kekuatan militer AS. Situasi makin panas, dan kata 'de-eskalasi' yang didengungkan Macron terasa seperti harapan yang masih menggantung.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Hadir Tak Diundang di Halalbihalal SBY di Cikeas
Rumah Jokowi di Solo Ramai Dikunjungi Pejabat dan Warga untuk Silaturahmi Lebaran
Korlantas Longgarkan Sistem Satu Arah di Ruas Tol Semarang-Pejagan
Iran Luncurkan Rudal Balistik ke Diego Garcia, Jangkauan 4.000 Km Picu Kekhawatiran Ancaman ke Eropa