Menteri dan Seskab Pantau Arus Balik Lebaran, Puncak Kedua Diprediksi Akhir Maret

- Rabu, 25 Maret 2026 | 07:15 WIB
Menteri dan Seskab Pantau Arus Balik Lebaran, Puncak Kedua Diprediksi Akhir Maret

Dini hari yang masih gelap, Terminal Bus Terpadu Pulo Gebang di Jakarta Timur sudah ramai. Di tengah kerumunan penumpang yang baru turun dari bus, dua sosok tampak memantau situasi: Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Mereka hadir untuk memastikan arus balik Lebaran 1447 Hijriah berjalan aman dan terkendali.

"Undangan Pak Menteri datang tadi pagi, jam dua kurang sedikit. Langsung saya penuhi untuk cek kondisi di Pulo Gebang ini," ujar Teddy Indra Wijaya, yang ditemui di lokasi pada Rabu, 25 Maret 2026.

Sejak dini hari, Seskab Teddy sudah mengamati langsung. Dia melihat bus-bus terus berdatangan, mengantarkan penumpang yang baru saja menyelesaikan mudik. Tak cuma melihat, dia juga menyapa dan berbincang dengan beberapa penumpang. Tujuannya sederhana: memastikan perjalanan mereka nyaman dan lancar.

Menurutnya, hasil pantauan di lapangan cukup menggembirakan. Arus balik berjalan mulus tanpa gangguan yang berarti. Memang ada sedikit kemacetan di beberapa titik, tapi itu hal yang wajar. Potensi hambatan lain pun, kata dia, bisa ditangani dengan cepat oleh petugas yang berjaga.

"Alhamdulillah, kita tanya langsung ke penumpang, jawabannya lancar-lancar saja. Sepanjang jalan nggak ada masalah signifikan," jelas Teddy.

Dia melanjutkan, "Memang ada sedikit kemacetan di rest area atau beberapa kecelakaan minor. Tapi secara keseluruhan, puncak arus mudik tanggal 24-25 ini berjalan sesuai harapan. Seperti yang diinginkan Bapak Presiden dan kita semua."

Teddy tak lupa memberi apresiasi. Kerja sama yang solid antara Kementerian Perhubungan dan Kepolisian, dalam pandangannya, jadi kunci utama kelancaran arus balik tahun ini.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar