Menurut Paus, perang justru tidak menyelesaikan apa-apa. Yang ada, kebencian malah merajalela. Kekerasan terus bereskalasi, situasi memburuk dari hari ke hari. Ia menegaskan dengan jelas bahwa korban tewas sudah berjatuhan jumlahnya tak lagi sedikit.
“Kebencian meningkat, kekerasan semakin memburuk dan lebih dari satu juta orang telah mengungsi, dengan banyak yang tewas,”
Kata-katanya singkat, tapi menusuk. Seruan dari pemimpin tertinggi Katolik ini bukan yang pertama, namun intensitas konflik yang mencekam membuat permintaannya kali ini terasa lebih mendesak. Ia seolah ingin mengatakan, sudah cukup. Cukup penderitaan, cukup pengungsian, dan cukup nyawa yang melayang.
Di balik seruan resmi itu, tersirat sebuah harapan yang mungkin mulai pudar: bahwa meja perundingan masih punya celah. Bahwa jalan dialog, meski berliku, tetap harus ditempuh. Pertanyaannya sekarang, apakah para pihak yang bertikai mau mendengarkan?
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Naik, Buyback Melonjak Rp27 Ribu per Gram
Polisi Dibacok Saat Coba Tenangkan Warga Gangguan Jiwa di Selayar
Jalur Pantura Pasuruan Kembali Dilintasi Setelah Banjir Surut
Zinedine Zidane Disepakati Gantikan Deschamps Pimpin Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026