Penjual Tikar di Ragunan Keluhkan Sepinya Pengunjung Saat Lebaran

- Selasa, 24 Maret 2026 | 12:45 WIB
Penjual Tikar di Ragunan Keluhkan Sepinya Pengunjung Saat Lebaran

“Saya jual tikar ya karena itu. Pencaharianlah. Lah iya, bapaknya enggak kerja, gimana? Kita ikhlas jalaninnya.”

Hasil dari berjualan itulah yang kini menopang kebutuhan sehari-hari mereka berdua. Semua dijalani dengan rasa ikhlas, meski kadang terasa berat.

Lalu, kenapa bisa sepi? Nenek Ameh punya dugaan. Menurut pengamatannya, banyak warga yang memilih mudik atau pulang kampung tahun ini. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana orang lebih memilih jalan-jalan di sekitar kota, termasuk ke Ragunan.

“Memang lagi sepi, rezeki nggak ketukar, sudah diatur Tuhan,” ucap Ameh dengan sikap pasrah.

“Pada pulang kampung semua, pengunjungnya. Kalau tahun kemarin kan banyak yang jalan-jalan, di sini enggak banyak.”

Di sisi lain, dia hanya bisa menunggu dan berharap. Menunggu pengunjung datang, dan berharap rezeki di hari-hari mendatang bisa sedikit lebih baik. Sambil tetap duduk setia di depan gerbang kebun binatang, menjajakan tikar seharga sepuluh ribu.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar