“Saya jual tikar ya karena itu. Pencaharianlah. Lah iya, bapaknya enggak kerja, gimana? Kita ikhlas jalaninnya.”
Hasil dari berjualan itulah yang kini menopang kebutuhan sehari-hari mereka berdua. Semua dijalani dengan rasa ikhlas, meski kadang terasa berat.
Lalu, kenapa bisa sepi? Nenek Ameh punya dugaan. Menurut pengamatannya, banyak warga yang memilih mudik atau pulang kampung tahun ini. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana orang lebih memilih jalan-jalan di sekitar kota, termasuk ke Ragunan.
“Memang lagi sepi, rezeki nggak ketukar, sudah diatur Tuhan,” ucap Ameh dengan sikap pasrah.
“Pada pulang kampung semua, pengunjungnya. Kalau tahun kemarin kan banyak yang jalan-jalan, di sini enggak banyak.”
Di sisi lain, dia hanya bisa menunggu dan berharap. Menunggu pengunjung datang, dan berharap rezeki di hari-hari mendatang bisa sedikit lebih baik. Sambil tetap duduk setia di depan gerbang kebun binatang, menjajakan tikar seharga sepuluh ribu.
Artikel Terkait
Pelatih Soroti Masalah Konsistensi dan Mental Putri Usai Final Swiss Open
Menkominfo Pastikan Layanan Internet Stabil Selama Arus Balik Lebaran 2026
Korlantas Perpanjang Skema One Way Arus Balik Hingga Km 459 Tol Semarang-Solo
Kapolresta Bandung Turun Langsung Atasi Macet Parah di Wisata Pacira Saat Lebaran