Malam Sabtu di wilayah Israel Selatan tak lagi sunyi. Dua rudal balistik Iran menghantam tanah, tepatnya di sekitar kota Dimona dan Arad. Ledakannya melukai puluhan orang dan meninggalkan kerusakan pada beberapa bangunan. Yang menarik, kedua rudal itu berhasil menembus sistem pertahanan udara canggih Israel, David's Sling.
Menurut laporan pertama dari media setempat, sistem pertahanan berteknologi tinggi itulah yang gagal menjalankan tugasnya. Militer Israel sendiri, ketika dikonfirmasi, mengakui bahwa David's Sling mengalami kerusakan. Sistem yang diambil dari nama tokoh Alkitab penakluk Goliath itu sebenarnya sudah beroperasi sejak 2017, dirancang khusus untuk menghadapi roket berat dan rudal jelajah.
Lalu, bagaimana bisa rudal Iran lolos?
Sepertinya ada pembagian tugas di lapangan. Untuk ancaman seperti rudal balistik jarak jauh yang ditembakkan Iran malam itu biasanya ditangani oleh sistem Arrow yang beroperasi di luar atmosfer. Sementara untuk hujan roket jarak pendek, Israel mengandalkan Iron Dome dan teknologi laser terbaru mereka, Iron Beam. David's Sling berada di tengah-tengah spektrum ancaman itu. Malam Sabtu itu, sesuatu gagal berfungsi.
Artikel Terkait
Pendiri OnlyFans Leonid Radvinsky Meninggal Dunia Setelah Berjuang Melawan Kanker
Netanyahu dan Trump Bahas Kesepakatan Baru Usai Operasi Militer di Iran
Arsenal Kehilangan Lima Pemain Inti untuk Jeda Internasional Akibat Cedera
Revisi UU Pemda 2026 Dinanti Jadi Momentum Perbaiki Hubungan Pusat-Daerah