Nenek 78 Tahun Berjuang dari Warung Kecil Demi Masa Depan Cucu Yatim

- Senin, 23 Maret 2026 | 21:15 WIB
Nenek 78 Tahun Berjuang dari Warung Kecil Demi Masa Depan Cucu Yatim

Program seperti ini sebenarnya punya visi yang lebih dalam. Bukan cuma sekadar memenuhi kebutuhan pokok, tapi juga menjaga agar lansia tetap punya peran dan fungsi sosial. Mereka tidak boleh terpinggirkan. Dalam kasus Mas Amah, itu terwujud nyata: dari warung reyotnya, dia bukan cuma mencari nafkah, tapi juga merawat dan membesarkan cucunya dengan penuh kasih.

“Alhamdulillah, dengan bantuan ini saya bisa usaha lagi,” ujar Mas Amah suatu hari di akhir Maret lalu.

Suaranya lirih, tapi terdengar jelas. “Mudah-mudahan cukup untuk kebutuhan saya dan cucu.”

Memang, langkahnya mungkin sudah tak lagi gesit. Tapi semangatnya membara. Dari balik meja warung yang sederhana, Mas Amah membuktikan satu hal: usia tua bukan akhir dari segalanya. Di sana, di antara bungkusan jajanan dan karung beras, dia terus menyalakan harapan. Untuk dirinya, dan terlebih untuk masa depan Rendi, cucunya yang tercinta.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar