London - Mimpi Arsenal untuk mengangkat trofi Carabao Cup pupus sudah. Di final yang digelar Minggu malam, The Gunners takluk 0-2 dari Manchester City. Nico O'Reilly, sang penyerang muda, menjadi algojo dengan membobol gawang Arsenal dua kali.
Kekalahan ini terasa pahit, terutama melihat bagaimana babak pertama berjalan. Arsenal sebenarnya tampil meyakinkan. Mereka menciptakan sejumlah peluang emas. Tapi, semua itu tak berbuah gol. Momen-momen itu, kalau saja jadi gol, bisa mengubah segalanya.
Sayangnya, performa mereka merosot setelah turun minum. City yang mulai bangkit memanfaatkan kesalahan pertahanan Arsenal. Dua gol lawan tercipta dalam jarak yang berdekatan, dan itu cukup untuk memastikan kemenangan bagi sang juara bertahan.
Pelatih Mikel Arteta tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Suaranya terdengar berat saat membahas pertandingan ini.
"Ini sangat menyedihkan. Sulit diterima, terutama untuk para pemain dan suporter kami. Kami tahu betapa besar artinya ini bagi mereka. Keinginan untuk menang itu ada, tapi kami gagal. Tentu saja hasilnya mengecewakan," ujar Arteta.
Ia mengakui timnya kehilangan kendali di babak kedua. "Kami kesulitan. Susah sekali melewati tekanan mereka, dan yang paling mengganggu, kami tak bisa menjaga bola saat berhasil merebutnya. Lalu kami kebobolan. Bahkan, gol kedua mereka datang dengan pola yang mirip," paparnya lebih lanjut.
Di sisi lain, Arteta juga memberi penghargaan untuk lawan. Menurutnya, City memang lebih cerdas memanfaatkan momen. "Mereka sangat bagus pada periode krusial itu. Mereka memaksimalkan momentum, sementara kami menyia-nyiakannya. Ya, kami harus menerima kenyataan ini," pungkasnya.
Kekalahan ini menjadi tamparan keras bagi Arsenal yang sangat ingin mengakhiri puasa gelar. Sekarang, perhatian harus segera dialihkan ke persaingan di liga. Tantangan berikutnya sudah menunggu.
(ASM)
Artikel Terkait
Bareskrim Periksa Mantan Kapolres Bima hingga Bendahara Jaringan dalam Pengusutan TPPU Bandar Narkoba Ko Erwin
Kemenag Bentuk Tim Seleksi Calon Anggota Majelis Masyayikh 2026–2031
LPS Bayar Klaim Simpanan Tiga BPR yang Dilikuidasi Rp304,8 Miliar
16 Korban Tewas Kecelakaan Bus ALS di Muratara Berhasil Teridentifikasi