Teriakan itu tidak sia-sia. Adiknya, Handaru Kawidaka (6), berhasil ditarik ke darat oleh pengunjung lain yang sigap. Sayangnya, nasib berkata lain untuk sang kakak. Condro justru semakin jauh terseret, lalu menghilang di balik gulungan air.
Kurang lebih seperempat jam kemudian, tubuhnya ditemukan terdampar di tepi. Kondisinya sudah tak sadarkan diri.
Tim SAR dan polisi yang bergegas ke lokasi langsung melakukan upaya penyelamatan. Napas buatan dan RJP diberikan di tempat. Korban lalu dilarikan ke IGD RSU PKU Muhammadiyah Gombong. Segala usaha medis sudah dilakukan, tapi nyawanya tak tertolong. Dokter pun menetapkan Condro meninggal dunia.
Dari pemeriksaan, tak ada tanda kekerasan di tubuh Condro. Bibir dan kukunya membiru, gejala khas asfiksia atau mati lemas karena tenggelam. Diduga, arus bawah yang kuat telah menyeretnya sekitar 30 meter dari tempat dia semula berdiri.
Menyikapi musibah ini, Kapolres Kebumen mengeluarkan imbauan keras. Kawasan pantai selatan, termasuk Karangbolong, terkenal dengan ombak besarnya dan arus yang tak terduga. Masyarakat diminta ekstra waspada. Terutama para orang tua, pengawasan ketat terhadap anak-anak mutlak diperlukan saat berwisata ke pantai. Nyawa bisa melayang dalam sekejap, seperti yang baru saja terjadi.
Artikel Terkait
Timberwolves Tanpa Edwards Kalahkan Celtics, Nuggets Komplit Kembali
Dua Remaja Bekasi Terseret Arus Balik di Pantai Drini, Berhasil Diselamatkan
Manchester City Pertahankan Gelar Carabao Cup Usai Kalahkan Arsenal 2-0
Megawati Terima Undangan Penghargaan Tertinggi Timor-Leste dari Presiden Ramos-Horta