Setelah dicek, sembilan jerigen berkapasitas 35 liter itu tidak semuanya penuh. Hanya tiga jerigen yang berisi BBM.
"Total BBM yang diamankan sekitar 90 liter," jelasnya.
Nah, dari pengakuan pelaku, Pertalite hasil timbunan itu dijual lewat kios Pertamini. Harganya selangit, berkisar antara Rp 12.000 sampai Rp 17.000 per liternya. Bandingkan dengan harga resmi di SPBU, tentu saja ini merugikan banyak pihak.
Di sisi lain, operasi ini diharapkan bisa menjadi peringatan. Saat kelangkaan melanda, selalu saja ada yang mencoba mengambil keuntungan dengan cara yang tidak fair. Tindakan tegas seperti ini jelas dibutuhkan.
Artikel Terkait
Libur Lebaran 2026 Resmi Berakhir, Aktivitas Penuh Dimulai 30 Maret
Tol Cipali Berlakukan Sistem Satu Arah untuk Antisipasi Arus Balik Mudik
Rusia Desak Penyelesaian Damai di Selat Hormuz, Khawatirkan Pembangkit Nuklir Bushehr
Pemerintah Targetkan 104 Sekolah Rakyat Baru untuk Akses Pendidikan Keluarga Miskin Ekstrem