Namun begitu, pemandangan sebaliknya terjadi di jalur menuju Cirebon. Arusnya justru menyusut. Hanya sekitar 21 ribu kendaraan yang melintas, atau turun 33 persen dibanding periode sama di hari sebelumnya.
Dalam situasi seperti ini, pengelola tol mengimbau para pengendara untuk betul-betul patuh pada arahan petugas di lapangan. Mereka juga meminta agar kendaraan tidak berhenti di bahu jalan, kecuali dalam keadaan darurat yang benar-benar mendesak.
Lelah? Itu wajar. Jika rest area terlihat penuh, pengemudi bisa memanfaatkan gerbang tol terdekat untuk keluar sekadar mencari tempat istirahat. Kabar baiknya, tarif tol tidak akan berubah-ubah karena sistem perhitungannya tetap berdasarkan jarak tempuh yang sebenarnya.
Yang tak kalah penting: pastikan kondisi mobil dan diri sendiri benar-benar fit sebelum meneruskan perjalanan. Kalau sudah mengantuk atau kelelahan, segera berhenti. Keselamatan di arus balik seperti ini harus jadi prioritas utama.
Artikel Terkait
Taman Bendera Pusaka Jadi Primadona Baru Libur Lebaran, Dipadati Pengunjung
Ketua Parlemen Iran Peringatkan Serangan AS Bisa Hancurkan Infrastruktur Energi Timur Tengah
Polisi Ungkap Motif Cemburu dan Kepanikan Pelaku Pembunuhan Cucu Mpok Nori
Libur Panjang Awal April 2026: Jumat Agung hingga Paskah Bentuk Long Weekend Tiga Hari