"Kalau mepet Lebaran tuh ramai banget, mending setelah Lebaran aja," ujar Heni.
Perjalanan kali ini dia lakukan seorang diri. Suaminya sudah harus kembali bekerja hari itu juga. Anak-anak pun memilih untuk tidak ikut.
"Anak-anak diajak juga nggak mau, karena pendek, nggak lama juga rencananya di sana. Jadi mungkin mereka capek," jelasnya.
Rencananya, Heni hanya akan singgah tiga hari di Ponorogo. "Ini juga sekalian karena ada urusan. Mumpung masih libur akunya," imbuhnya.
Jadi, meski puncak arus mudik telah lewat, stasiun tetap menyimpan cerita. Bukan tentang kerumunan besar, tapi lebih pada pilihan-pilihan personal untuk tetap bisa pulang, dengan cara dan waktu mereka sendiri.
Artikel Terkait
Filipina Izinkan Sementara Bahan Bakar Euro-II untuk Jaga Stok di Tengah Krisis
MAKI Pertanyakan Perbedaan Perlakuan KPK pada Penahanan Yaqut dan Lukas Enembe
Dua Prajurit Marinir Gugur Disergap Kelompok Bersenjata di Maybrat
Polisi Terapkan Sistem Satu Arah dari Puncak ke Jakarta, Arus Naik Padat