Gubernur Khofifah Dorong Materi Kebencanaan Masuk Kurikulum Sekolah

- Senin, 23 Maret 2026 | 09:30 WIB
Gubernur Khofifah Dorong Materi Kebencanaan Masuk Kurikulum Sekolah

SURABAYA - Saat mendampingi Kepala Basarnas dalam pemantauan Siaga SAR Lebaran, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa justru menyoroti hal yang lebih mendasar. Dia mendorong agar edukasi soal kebencanaan dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah. Tujuannya jelas: membangun kesadaran dan budaya tanggap bencana sedari dini.

“Kita perlu mengenalkan kebencanaan kepada anak-anak sejak dini agar "awareness" terbentuk kuat,” tegas Khofifah, Minggu (22/3/2026).

Menurutnya, langkah ini penting untuk menciptakan budaya siaga yang tertanam sejak awal. Tanpa itu, semua upaya penanggulangan bisa jadi kurang maksimal.

Nah, untuk mewujudkannya, Khofifah melihat perlunya integrasi yang lebih terstruktur. Kurikulum dari Kementerian Pendidikan, katanya, harus bisa mengakomodasi materi kebencanaan secara sistematis. Dia punya ide yang cukup konkret. Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei mendatang bisa dijadikan titik awal. Apabila peringatan dipusatkan di Pamekasan, Jawa Timur siap memadukan kegiatan SAR dengan aktivitas siswa SMA dan SMK.

“Bahkan, kita bisa bentuk tim siaga bencana yang melibatkan siswa langsung,” tambahnya.

Gagasan Gubernur ini langsung mendapat sambutan hangat dari Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii. Dia melihat ini bukan sekadar wacana, tapi langkah strategis.

"Menurut kami ini peluang yang sangat baik dalam rangka menyiapkan budaya "safety" sejak dini. Apa yang disampaikan Ibu Gubernur sangat bagus dan relevan,” ujar Syafii.

Dia bahkan tak ragu menyebut Jawa Timur punya potensi jadi percontohan. Komitmen pemprov dinilainya kuat, sehingga daerah ini layak jadi "leading sector" untuk inisiatif serupa di tingkat nasional. Sebuah optimisme yang terasa wajar, mengingat Jatim memang kerap jadi barometer di banyak hal.

Jadi, selain fokus pada kesiapan SAR jangka pendek, ada upaya paralel yang digarap: menyiapkan generasi yang lebih paham dan siap menghadapi bencana. Sebuah investasi keselamatan untuk masa depan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar