SURABAYA - Saat mendampingi Kepala Basarnas dalam pemantauan Siaga SAR Lebaran, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa justru menyoroti hal yang lebih mendasar. Dia mendorong agar edukasi soal kebencanaan dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah. Tujuannya jelas: membangun kesadaran dan budaya tanggap bencana sedari dini.
“Kita perlu mengenalkan kebencanaan kepada anak-anak sejak dini agar "awareness" terbentuk kuat,” tegas Khofifah, Minggu (22/3/2026).
Menurutnya, langkah ini penting untuk menciptakan budaya siaga yang tertanam sejak awal. Tanpa itu, semua upaya penanggulangan bisa jadi kurang maksimal.
Nah, untuk mewujudkannya, Khofifah melihat perlunya integrasi yang lebih terstruktur. Kurikulum dari Kementerian Pendidikan, katanya, harus bisa mengakomodasi materi kebencanaan secara sistematis. Dia punya ide yang cukup konkret. Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei mendatang bisa dijadikan titik awal. Apabila peringatan dipusatkan di Pamekasan, Jawa Timur siap memadukan kegiatan SAR dengan aktivitas siswa SMA dan SMK.
“Bahkan, kita bisa bentuk tim siaga bencana yang melibatkan siswa langsung,” tambahnya.
Artikel Terkait
Brigadir Polda Metro Jaya Meninggal Diduga Akibat Kelelahan Usai Tugas Mudik
Menhub Imbau Pemudik Hindari Puncak Arus Balik 24, 28, dan 29 Maret 2026
Prabowo Unggah Momen Keluarga Intim di Ulang Tahun Putra Semata Wayang
Empat Pelajar Nyaris Tewas Terseret Arus di Pantai Parangtritis, Polres Bantul Beri Imbauan Keras