jelasnya dengan penuh keyakinan.
Dan perlahan, mimpi itu mulai terwujud. Ambil contoh Karlina, salah satu murid Yow. Gadis 13 tahun yang biasa dipanggil Acil ini baru saja menyabet dua medali perak di Kejuaraan Nasional Kickboxing 2025. Belum lagi prestasinya menjuarai battle tricking tingkat nasional tiga kali berturut-turut.
Kini, Acil tak cuma jadi atlet. Ia kerap diajak Yow menjadi asisten pelatih berbayar di beberapa kelas. Dari situ, ia mulai bisa membeli kebutuhan sekolahnya sendiri tanpa membebani orang tua.
“(Dulu aku) nggak mikirin apa-apa ke depannya. Aku latihan cuma kayak, ya udah ikut latihan aja. (Sekarang) aku bisa bayar kayak perangkapan sekolah sendiri, Kak. Mungkin dari beli tas, sepatu, seragam,”
tutur Acil dengan nada bangga.
Prestasi Acil tentu membanggakan, tapi bagi Yow, ini baru permulaan. Perjalanan Indosalto masih panjang. Ia berharap akan muncul lebih banyak lagi anak didik yang tak hanya juara, tapi juga mau meneruskan estafet ilmu ini.
“Saya sebenarnya bikin tongkat estafet ya buat teman-teman. Jadi ke depannya mungkin mereka juga bisa nerusin pelatihan-pelatihan ini. Selain mereka bisa hidup dari skill ini, ya mereka bisa berbagi lagi ke orang lebih banyak,”
tutup Yow. Ia membayangkan sebuah siklus yang terus berputar: dari gang sempit di Penjaringan, melangkah lebih jauh, lalu kembali untuk menginspirasi.
Artikel Terkait
Prabowo Unggah Momen Keluarga Intim di Ulang Tahun Putra Semata Wayang
Empat Pelajar Nyaris Tewas Terseret Arus di Pantai Parangtritis, Polres Bantul Beri Imbauan Keras
Netanyahu Ancam Kejar Pimpinan dan Aset Iran Setelah Serangan di Arad
Kebakaran Warteg di Citeureup Diduga Akibat Korsleting Listrik