Pelatih Akrobat di Gang Sempit Penjaringan Bina Anak Raih Prestasi Nasional

- Senin, 23 Maret 2026 | 07:45 WIB
Pelatih Akrobat di Gang Sempit Penjaringan Bina Anak Raih Prestasi Nasional

Yoga Ardian, atau yang akrab disapa Yow, sudah lama berkecimpung di dunia akrobat. Perjalanannya dimulai dari capoeira, lalu merambah ke tricking, bahkan sempat mendalami wushu. Kini, pria 41 tahun itu mendedikasikan diri sebagai pelatih akrobat untuk berbagai kalangan, mulai dari kegiatan sekolah hingga sekadar olahraga rekreasi.

Tapi, ruang latihannya tak melulu di studio yang nyaman. Ada sisi lain dari kehidupan Yow yang mungkin jarang terlihat: ia justru rutin melatih anak-anak usia 7-13 tahun di lorong gang tempat tinggalnya, di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Komunitas kecil itu ia beri nama Indosalto.

Jujur saja, lokasinya jauh dari kata ideal. Mereka berlatih di jalan setapak yang sempit. Sesekali, latihan harus terhenti sejenak untuk memberi jalan pada motor atau gerobag warga yang lewat. Saat hujan turun? Ya, terpaksa berhenti total dan menunggu hingga cuaca cerah kembali.

Namun begitu, Yow tak pernah mengeluh. Justru, ia menikmati semua proses itu. Baginya, berlatih dengan fasilitas seadanya justru membentuk karakter dan mental anak-anak didiknya. Mereka belajar beradaptasi dan tak gampang menyerah.

“Sebenarnya karena kita buat (latihan) setiap hari, jadi kita pikir udah nggak, (bukan) sesuatu hal yang luar biasa ya. Jadi dari metode latihan juga mentalnya bisa terbentuk sih,”

ujar Yow.

Awalnya, niat Yow mendirikan Indosalto sederhana saja: agar anak-anak di sekitarnya punya kegiatan positif dan tidak menghabiskan waktu sia-sia. Kalau bisa menang kejuaraan dan bawa pulang medali, itu sudah jadi bonus yang luar biasa.

Seiring waktu, harapannya berkembang. Yow punya mimpi yang lebih besar. Ia ingin anak-anak itu punya masa depan yang lebih baik lewat keahlian akrobatik yang mereka asah setiap hari.

“Banyak yang bilang, ‘Kamu nggak mungkin jadi apa-apa. Kamu tuh anak gang!’ Kalau saya percaya sama diri saya sendiri. Terus saya pikir ini nggak melanggar aturan. Terus hidup sehat. Saya berharap mungkin ke depannya mereka bisa mandiri. Mereka bisa punya pekerjaan dari hasil ini, yang mereka latih selama ini,”

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar