Lalu, kemana uang yang dihemat itu akan dialirkan? Firman punya gambaran yang jelas. Ia menyebut guru honorer dan tenaga kesehatan seperti perawat sebagai prioritas.
“Mereka adalah pahlawan yang bekerja keras untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, namun sering kali belum mendapatkan penghargaan yang layak,” ujarnya dengan nada prihatin.
Di sisi lain, Firman juga mendesak agar eksekusi putusan MK ini jangan sampai molor. Ia tak ingin ada penundaan implementasi, apalagi sampai menunggu masa transisi dua tahun. Kalau perlu, Presiden bisa saja menerbitkan Perppu untuk mempercepat prosesnya.
“Langkah percepatan itu penting,” pungkasnya. Baginya, ini adalah bentuk komitmen nyata negara untuk kebijakan yang lebih adil.
Jadi, usulannya sederhana: alihkan dana dari pensiun pejabat yang dihapus untuk mereka yang lebih berjasa di garis depan. Sebuah gagasan yang, jika diwujudkan, bisa jadi penanda perubahan yang signifikan.
Artikel Terkait
Suami Siri Rencanakan Pembunuhan dan Mutilasi Istri di Samarinda
Arus Lalu Lintas ke Puncak Meningkat 35%, Sistem Satu Arah Dimajukan
Kim Jong Un Kembali Ditetapkan sebagai Presiden Korea Utara dalam Sidang Majelis Rakyat Tertinggi
Turki Gelar Diplomasi Intensif untuk Redakan Ketegangan di Teluk Persia