Babak kedua? Situasinya tak kunjung membaik. Neco Williams nyaris menambah gol, sundulannya masih bisa ditangkap Vicario. Tapi tekanan Forest tak surut. Menit ke-60, bencana kedua datang. Callum Hudson-Odoi, dengan aksi individu yang memukau, melepas umpan tarik yang diselesaikan dengan dingin oleh Morgan Gibbs-White. Pemain yang dulu pernah diincar Spurs itu menceploskan bola dari jarak dekat. 2-0.
Suasana di stadion langsung berubah. Kecemasan mulai terasa. Satu-satunya ancaman serius Spurs datang dari tendangan voli Pape Matar Sarr, tapi itu pun dengan mudah diblok Ibrahim Sangare. Serangan mereka terasa datar, tanpa tenaga.
Eksodus Penonton dan Masa Depan Tudor
Penderitaan puncak terjadi di menit akhir. Taiwo Awoniyi dengan tenang menyelesaikan umpan matang Neco Williams untuk gol ketiga. Itu jadi pukulan pamungkas. Ribuan pendukung Spurs mulai berjalan meninggalkan stadion sebelum laga usai. Saat peluit panjang akhirnya berbunyi, yang terdengar adalah koor ejekan (boos) yang menggema di seluruh tribun.
Beruntung bagi Spurs, hasil lain membantu. Kekalahan West Ham dari Aston Villa membuat mereka terhindar dari zona merah untuk sementara. Tapi dengan performa yang terus merosot seperti ini, posisi Igor Tudor di ujung tanduk. Sangat sulit membayangkan dia masih akan bertahan lama setelah kekalahan memalukan di kandang sendiri ini.
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tak Akan Dihentikan
Suami Siri dan Seorang Perempuan Ditangkap Usai Potong Tubuh Korban Jadi Tujuh Bagian di Samarinda
Rudal Hantam Halaman Rumah di Arad, 88 Orang Terluka Tanpa Korban Jiwa
Black Dinner 1440: Perebutan Kekuasaan di Skotlandia Berakhir dengan Pemenggalan di Hadapan Raja Bocah