Per Maret ini, realisasi penyaluran beras SPHP sudah sentuh 42,3 ribu ton. Angkanya masih akan terus digenjot menuju target tahunan 828 ribu ton, dengan anggaran tak main-main: Rp 4,97 triliun. Sementara GPM sudah digelar ratusan kali di puluhan provinsi dan kabupaten.
Tak cuma bahan pokok, protein hewani juga dapat perhatian khusus. Lewat GPM, daging ayam beku kualitas premium dijual dengan harga lebih terjangkau di lebih dari 1.200 outlet. Program serupa juga jalan untuk daging sapi dan kerbau, hasil kolaborasi dengan BUMN pangan.
Di lapangan, bantuan pangan untuk 33,2 juta penerima manfaat sudah mulai mengalir sejak awal Maret. Perum Bulog memastikan distribusi dipercepat lewat jaringan 565 cabangnya di seluruh Indonesia.
Upaya-upaya itu rupanya membuahkan hasil. Setidaknya, itu yang terlihat dari angka inflasi. Data BPS mencatat inflasi pangan bulanan Februari 2026 sebesar 2,50 persen. Secara tahunan, angkanya 4,64 persen. Masih dalam koridor target pemerintah untuk volatile food, yaitu 3-5 persen. Sebuah tanda bahwa situasi, setidaknya untuk saat ini, masih bisa dikelola.
Artikel Terkait
Bupati Jember Siapkan Skema WFH ASN untuk Efisiensi Energi dan Anggaran
Anggota Baleg Usulkan Dana Pensiun Pejabat Dialihkan untuk Guru Honorer dan Nakes
Pemerintah Imbau Pemudik Hindari Tiga Puncak Arus Balik Lebaran 2026
Inter Milan Tahan Imbang Fiorentina 1-1, Keunggulan di Puncak Klasemen Menyusut