Kenaikan ini terjadi sepanjang hari. Pagi hari naik 35,69 persen. Siangnya lebih gila lagi, melonjak 88,21 persen. Tapi puncaknya ada di malam hari, dengan kenaikan fantastis hampir 196 persen! Bayangkan keramaiannya.
Berbeda dengan arus keluar Jakarta, arus menuju Jakarta justru relatif stabil. Volume kendaraannya tercatat 26.985, malah turun sedikit 0,65 persen dari kondisi normal. Ini mengonfirmasi bahwa mayoritas pemudik memang sedang dalam perjalanan meninggalkan ibu kota.
Secara total, kendaraan yang melintas di kedua arah tembus 80.351 unit. Angka itu dengan jelas menggambarkan betapa tingginya mobilitas masyarakat saat Lebaran. Arus balik nanti, mungkin ceritanya akan berbeda.
PT JJC tak henti mengingatkan para pemudik. Pastikan kondisi pengemudi dan kendaraan prima sebelum berangkat. Cek bahan bakar atau daya listrik untuk kendaraan elektrik. Cuaca juga bisa berubah sewaktu-waktu; hujan bisa mengurangi jarak pandang dan membuat jalan licin. Kehati-hatian adalah kunci.
Bagi yang masih dalam perjalanan, informasi terkini bisa diakses melalui pusat panggilan Jasa Marga di 133. Media sosial @PTJASAMARGA dan aplikasi Travoy 4.5 juga bisa jadi andalan untuk update kondisi jalan. Selamat mudik, dan utamakan keselamatan.
Artikel Terkait
Pemerintah Pastikan Stabilitas Harga Pangan Ramadan-Lebaran 2026
Prabowo Tegaskan Ekspor Mineral Kritis ke AS Wajib Olah Dalam Negeri
Pemkab Sukoharjo Beri Pembinaan ke Kades yang Tak Izinkan Salat Id Lebih Dulu
Korlantas Imbau Pemudik Hindari Puncak Arus Balik 24 Maret 2026