Banjirnya sendiri terjadi sehari sebelumnya, Sabtu (21/3/2026), mulai sekitar pukul lima sore hingga sepuluh malam. Air menggenangi empat RT, yaitu RT 11 dan 12 di RW 04, serta RT 13 dan 14 di RW 05, Kelurahan Kampung Melayu. Cukup banyak rumah yang terendam.
Di sisi lain, selain fokus pada pembersihan, personel Ditpolairud juga tetap berjaga. Tujuannya untuk memastikan keamanan dan ketertiban di lokasi pascabanjir tetap kondusif, sekaligus mengantisipasi segala kemungkinan gangguan yang bisa muncul.
Kehadiran mereka ini, jujur saja, cukup menghangatkan suasana. Bukan sekadar tugas rutin, tapi lebih terasa seperti bentuk solidaritas. Upaya ini juga sejalan dengan gerakan pemerintah menjaga lingkungan lewat Indonesia Asri.
Polri mengingatkan warga untuk tetap waspada. Potensi banjir susulan masih mungkin terjadi. Jika membutuhkan bantuan, masyarakat bisa langsung menghubungi layanan darurat 110 yang tersedia 24 jam.
Di Kampung Melayu, pascabanjir, yang tersisa adalah semangat gotong royong. Antara warga dan aparat, mereka bekerja sama. Itulah harapan terbesar untuk mempercepat pemulihan kawasan ini kembali normal.
Artikel Terkait
Desakan Kuat agar Dewas KPK Periksa Pimpinan Soal Perubahan Status Tahanan Gus Yaqut
Gunung Ibu Erupsi, Luncurkan Kolom Abu 600 Meter
Remaja 14 Tahun Tewas Terseret Arus di Pantai Karangnaya Sukabumi
Polres Tangerang Kota Gencar Patroli Rumah Kosong Saat Arus Mudik Lebaran