Kapan bisa mulai? Jangan tanggal 1 Syawal, ya. Hari itu adalah hari raya Idulfitri dimana kita justru dilarang berpuasa. Jadi, baru boleh dimulai sejak tanggal 2 Syawal.
Pelaksanaannya sendiri cukup fleksibel. Anda bisa memilih: menjalankannya berturut-turut selama enam hari, atau secara terpisah-pisah asalkan masih dalam lingkup bulan Syawal. Yang penting totalnya enam hari.
Nah, Bagaimana Kalau Masih Punya Utang Puasa?
Ini pertanyaan yang sering muncul. Mana yang harus didahulukan, bayar hutang puasa Ramadan (qadha) atau puasa Syawal dulu?
Pendapat ulama memang beragam. Sebagian besar menganjurkan untuk menyelesaikan kewajiban (qadha) terlebih dahulu. Logikanya, yang wajib tentu lebih utama. Namun begitu, ada juga pandangan yang membolehkan mendahulukan puasa Syawal karena waktunya terbatas hanya sebulan, baru kemudian mengqadha puasa. Meski demikian, menyelesaikan utang dulu adalah pilihan yang lebih hati-hati dan utama.
Keistimewaan yang Ditawarkan
Keutamaannya jelas luar biasa. Selain pahala setara puasa setahun, puasa Syawal ini ibarat sinyal. Ia adalah tanda bahwa ibadah Ramadan kita diterima, lalu diikuti dengan konsistensi. Ia juga menjadi 'jembatan' untuk mempertahankan kebiasaan baik seperti disiplin dan pengendalian diri yang sudah terbentuk di bulan suci. Jadi, ia bukan sekadar puasa biasa, tapi investasi untuk menjaga kualitas spiritual pasca-Ramadan.
Artikel Terkait
Polri Imbau Masyarakat Utamakan Keselamatan Saat Mudik dan Wisata Lebaran
Trump Ultimatum Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam, Ancaman Serang Jaringan Listrik
Jumat Agung 3 April 2026 Jadi Libur Nasional Pertama Usai Lebaran
KPK Alihkan Status Tahanan Gus Yaqut ke Rumah, Pengamat Soroti Sejarah Baru