ungkapnya lagi.
Nah, perlu dicatat, aturan satu arah ini sifatnya tidak permanen. Afif menegaskan, pemberlakuannya benar-benar situasional. Begitu volume kendaraan dirasa sudah turun dan arus kembali normal, sistem ini akan dihentikan. Bahkan, jika nanti arus balik dari Puncak ke Jakarta yang membludak, arah one way-nya bisa dibalik.
"Pemberlakuan one way itu situasional. Kami melihat volume arus kendaraan yang dari Jakarta menuju Puncak dan juga apabila nanti ada pembalikan volume kendaraan dari Puncak menuju Jakarta maka one way akan kami balik dari Puncak menuju ke Jakarta. Namun pemberlakuannya situasional,"
jelasnya tegas.
Di lapangan, dampaknya langsung terasa. Pantauan di Simpang Gadog, misalnya, menunjukkan kepadatan yang luar biasa. Lalu lintas nyaris merayap, dengan kecepatan kendaraan sulit mencapai 20 kilometer per jam. Antrean pun mengular cukup panjang.
Jadi, buat Anda yang berencana melintas kawasan itu, bersiaplah dengan kondisi jalan yang padat dan perjalanan yang mungkin lebih lama dari biasanya.
Artikel Terkait
Arus Balik Lebaran Mulai Terasa, Puncak Diprediksi 24 Maret
Arus Balik Lebaran Mulai Deras, 41 Ribu Penumpang Tiba di Jakarta Pagi Ini
Soekarno-Hatta Masuk 10 Besar Bandara dengan Layanan Imigrasi Terbaik Dunia
Menteri HAM: Gaya Kepemimpinan Prabowo Egaliter dan Berpihak pada Rakyat