Minggu besok, 22 Maret 2026, cuaca di Jakarta tampaknya bakal beragam. BMKG baru aja merilis prakiraannya, dan sepertinya sebagian warga perlu siap-siap bawa payung. Beberapa wilayah diprediksi bakal diguyur hujan, mulai dari yang rintik-rintik sampai yang cukup deras. Tapi, jangan keburu bayangkan hujan lebat sepanjang hari. Soalnya, kawasan lain justru cenderung bakal didominasi awan saja.
Nah, khusus buat yang tinggal atau punya agenda di Jakarta Timur, kewaspadaan perlu ditingkatkan nih. Menurut data terbaru BMKG, wilayah ini kemungkinan besar akan mengalami hujan dengan intensitas sedang. Suhunya sih biasa aja, berkisar antara 24 sampai 30 derajat Celsius. Tapi kelembapannya tinggi banget, bisa nyampe 65 sampai 98 persen. Bisa-bisa gerah dan lembap.
Kondisi serupa, meski agak lebih ringan, juga bakal melanda Jakarta Selatan dan Jakarta Barat. Di dua wilayah ini, hujan yang turun diprakirakan masih ringan. Suhu maksimalnya sama, sekitar 30°C.
Ilustrasi hujan. Foto: Dok. Antara.
Di sisi lain, nasibnya agak beda buat warga Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu. Ketiga wilayah ini justru terpantau akan didominasi cuaca berawan sepanjang hari. Hujan? Kemungkinannya kecil. Suhunya relatif stabil, untuk daratan berkisar 24–30°C. Khusus Kepulauan Seribu, suhunya sedikit lebih hangat dan konstan, antara 27 sampai 29 derajat Celsius. Tapi sama-sama lembap sih, rata-rata kelembapan udaranya di atas 70 persen.
Jadi, intinya, Minggu depan di Jakarta itu kayak paket kombo. Ada yang basah, ada yang cuma dapat awannya aja. Sesuaikan aja rencana liburan atau aktivitas luar ruangan kalian dengan kondisi ini. Siapa tau malah jadi lebih santai di rumah sambil dengerin suara rintik hujan.
Artikel Terkait
Wakil Ketua Komisi IX Kritik Rencana BGN Wajibkan Satu Kampus Satu Dapur: Jangan Tambah Beban Perguruan Tinggi
Pengendara Motor Tewas Setelah Tabrak Pembatas Busway di Slipi
Anggota DPR Tinjau Gudang Bulog Lampung Selatan, Stok Beras 32.500 Ton dan Minyakita 12 Ribu Liter Terjamin Aman
Menko Agus Harimurti Yudhoyono Tegaskan Konektivitas Laut dan SDM Maritim Tak Bisa Dipisahkan demi Kedaulatan Indonesia