Nama John Herdman belakangan ramai diperbincangkan. Bukan cuma soal prestasinya membawa Kanada ke Piala Dunia 2022, tapi juga sejumlah catatan kelam yang mulai mencuat. Media CBC.ca di Kanada, misalnya, mengungkap beberapa borok pelatih asal Inggris itu. Hal ini tentu jadi bahan pertimbangan serius buat PSSI, yang kabarnya tinggal selangkah lagi merekrutnya sebagai pelatih Timnas Indonesia.
Konon, Herdman tinggal menandatangani kontrak dan akan diperkenalkan ke publik. Rencananya, dia akan tiba di Indonesia awal Januari 2026. Tapi, di balik kesan sukses itu, ada noda yang mengikuti.
Selama ini publik lebih mengenal Herdman sebagai arsitek di balik kesuksesan Timnas Putri Kanada meraih medali Olimpiade dan tim prianya yang akhirnya lolos ke Piala Dunia. Namun begitu, sisi lain karakternya perlahan terbongkar. Salah satunya adalah praktik memata-matai lawan. Yang menarik, skandal ini baru terungkap justru setelah dia tidak lagi menangani tim putri.
Semuanya berawal dari Olimpiade Paris 2024. Timnas Putri Kanada ketahuan menggunakan drone untuk mengintip sesi latihan lawan. Akibatnya, pelatih mereka saat itu, Bev Priestman, kena sanksi dari FIFA.
Nah, menurut investigasi internal Canada Soccer yang dikutip CBC.ca, cara-cara seperti itu rupanya sudah berjalan sejak 2018. Waktu itu, Herdman masih memegang kendali tim putri. Tekanan publik yang kemudian muncul disebut-sebut jadi salah satu alasan Herdman mundur dari posisi pelatih Toronto FC.
Seperti ditulis The Globe and Mail pada Desember 2024, "Saat skandal drone menghantam di Paris musim panas lalu, Herdman adalah sosok yang tepat untuk disebut sebagai yang bersalah."
"Dia dapat semua pujian atas prestasi Kanada. Lantas, kenapa sekarang tidak menanggung semua kesalahan?" tulis media itu lagi. "Tipe orang yang percaya pada pelatihan mental, kok bisa sampai tega mengoperasikan drone untuk memata-matai latihan sepak pojok lawan?"
Kesimpulan mereka keras: "Dia sekarang dikucilkan. Sudah pasti, dia tidak akan lagi melatih di negara ini."
Itu belum semua. Masih ada insiden lain yang mencoreng namanya. Jelang laga Piala Dunia 2022 melawan Kroasia, Herdman pernah melontarkan umpatan kasar untuk memompa semangat pemain. Ucapan itu akhirnya berbalik jadi bahan olokan, terutama setelah Kanada tumbang dalam pertandingan tersebut.
Jadi, meski membawa segudang pengalaman, Herdman juga datang dengan segudang kontroversi. PSSI memang butuh sosok yang mampu mengangkat performa tim. Tapi, apakah mereka juga siap menanggung risiko reputasi yang dibawa calon pelatih ini? Hanya waktu yang bisa menjawab.
Artikel Terkait
Truk Tertabrak Kereta Commuter Line, Layanan Bandara Soekarno-Hatta Lumpuh Sementara
Jadwal Imsak Jakarta 20 Februari 2026 Pukul 04.32 WIB
Kereta Petani dan Pedagang KAI Angkut Lebih dari 11.400 Penumpang dalam Dua Bulan
Jadwal Imsak Tangerang di Hari Pertama Puasa Ramadhan 2026