"Lebaran di China terasa lebih hangat karena banyak diaspora Indonesia yang berkumpul," tutur Wulan Maulina, salah seorang WNI.
Perjalanan jauh pun tak jadi halangan. Rizki Prayogo dan keluarganya rela menempuh perjalanan enam jam hanya untuk bisa shalat Id di KBRI.
Devi Afrilianti juga membagikan kesannya. "Suasananya seperti di Indonesia karena bisa bertemu sesama warga dan menikmati makanan khas Tanah Air," katanya.
Kumpulan Dana dan Doa Bersama
Di balik sukacita pertemuan itu, aksi solidaritas berjalan. Donasi dari zakat fitrah dan sedekah berhasil terkumpul. Jumlahnya sekitar Rp30,9 juta. Angka itu bukan sekadar nominal, tapi wujud nyata kepedulian dari ribuan kilometer jauhnya.
Dana tersebut rencananya akan disalurkan ke daerah terdampak bencana di Aceh. Selain bantuan materi, para perantau juga menyelipkan harapan. Mereka berdoa agar kondisi di Indonesia, dan tentunya di seluruh dunia, bisa segera membaik.
Pada akhirnya, acara ini lebih dari sekadar perayaan. Ia adalah bukti bahwa rasa solidaritas dan cinta Tanah Air tak pernah luntur, di mana pun kita berada.
Artikel Terkait
Banjir Ciracas Belum Surut, Warga Bersihkan Rumah di Hari Kedua Lebaran
Arus Mudik Lebaran 2026 di Tol Malang Capai 633.629 Kendaraan, Gerbang Utama Tembus Lonjakan 12,4%
Warga Negara Irak Jadi Tersangka Pembunuhan Eks Istri Siri di Bambu Apus
Arus Balik Lebaran Mulai Terasa, Puncak Diprediksi 24 Maret