Galatasaray Ancam Gugat UEFA Usai Cedera Mengerikan Ibu Jari Noa Lang di Anfield

- Minggu, 22 Maret 2026 | 00:00 WIB
Galatasaray Ancam Gugat UEFA Usai Cedera Mengerikan Ibu Jari Noa Lang di Anfield

Suasana mencekam sempat menyelimuti Anfield, Kamis dini hari WIB. Bukan karena gol, tapi sebuah insiden yang membuat semua orang tercekat. Noa Lang, pemain sayap Galatasaray, mengalami cedera mengerikan di laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions melawan Liverpool. Ibu jari kanannya nyaris putus terjepit papan iklan di pinggir lapangan.

Kejadiannya di menit ke-75. Lang sedang berduel sengit dengan Curtis Jones. Dia terpelanting, tubuhnya menghantam area pembatas. Nahas, ibu jarinya masuk celah antara dua bagian papan iklan elektronik itu. Suara jeritannya langsung terdengar.

Pemain asal Belanda itu langsung terguling kesakitan. Tangannya bersimbah darah. Tim medis berhamburan, suasana panik. Mereka buru-buru memberinya bantuan pernapasan pakai tabung oksigen sebelum akhirnya menggotongnya keluar lapangan. Lang sendiri masuk babak kedua, menggantikan Victor Osimhen yang lebih dulu cedera lengan.

Melalui pernyataan resmi yang dikutip dari ESPN, Galatasaray mengonfirmasi kabar buruk itu.

"Pemain kami, Noa Lang, menderita luka serius di ibu jari kanannya. Ia dijadwalkan menjalani operasi di Liverpool dalam beberapa jam ke depan dengan pendampingan tim medis klub."

Reaksi klub Turki itu pun cepat. Manajemen langsung menghubungi UEFA. Mereka geram, dan ancaman hukum pun mulai dilayangkan.

Sekretaris Jenderal Galatasaray, Eray Yazgan, menegaskan pihaknya sedang berkonsultasi dengan pengacara untuk menuntut ganti rugi. "Kami telah mengajukan keluhan kepada perwakilan UEFA," ujarnya kepada media Turki, Habertürk Spor.

Dia melanjutkan, nada suaranya tegas. "Kami akan menuntut kompensasi, termasuk terkait beban gaji pemain selama masa pemulihan. Jika tuntutan tidak dipenuhi, kami akan membuka kemungkinan untuk menempuh jalur hukum."

Insiden ini tentu jadi catatan kelam di tengah hiruk-pikuk laga Champions League. Keamanan infrastruktur di pinggir lapangan, sekali lagi, dipertanyakan. Sementara untuk Lang, perjalanannya masih panjang dimulai dari meja operasi di kota Liverpool.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar